DUALISME KEPENGURUSAN CABOR GOLF INDONESIA

Murdaya Diminta Mundur Secara Ksatria

Eka Putra
Murdaya Diminta Mundur Secara Ksatria
Jumpa Pers PB PGI tandingan pimpinan Muchdi PR di Emeralda Golf Club Cimanggis, Depok, Jawa Barat

Jakarta, HanTer - Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) kubu Mayjen TNI (Purn) Muchdi Purwoprandjono meminta Murdaya Poo selaku ketua terpilih periode 2018-2022 segera mengundurkan diri dari jabatannya secara ksatria. 

Hal tersebut disampaikan langsung Muchdi PR saat menggelar jumpa pers bersama awak media di Emeralda Golf Club, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (5/12/2018). Menurut dia, banyak faktor yang membuat lahirnya PB PGI tandingan untuk melengserkan Poo.

Muchdi mengatakan, salah satunya menyangkut prestasi yang tak kunjung datang selama periode kepengurusan Murdaya Poo. Puncaknya saat mengarungi gelaran Asian Games XVIII/2018 yang berlangsung di markas sendiri. Dimana kontingen Indonesia tak satu pun mendulang medali, meski sebatas perunggu.

"Jadi kenapa prestasinya sedemikian merosot? Karena organisasinya yang tidak memberikan pembinaan dengan baik. Itu keprihatinan utama saya dan itu dirasakan kawan-kawan lain khususnya Pengprov Jawa Barat yang punya anggota paling besar di Indonesia, yaitu sekitar 86 suara," kata Muchdi PR.

"Karena pembinaan hasilnya prestasi. Jadi kalau membina tidak bisa berprestasi, lebih baik mundur secara ksatria. Jangan menjabat pada periode selanjutnya. Bismillah saya akan mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya. Kalau empat tahun saya tidak berhasil, saya akan mundur," tegasnya. 

Kegeraman dari kepengurusan kubu Muchdi tak lepas akibat panasnya kondisi Musyawarah Nasional (Munas) PGI yang berlangsung di Grand City Convention and Exhibition, Surabaya, 29 November lalu. Pasalnya Munas tersebut telah menyalahi aturan dengan tidak mengacu pada AD/ART.

Alhasil kelompok pendukung Muhdi PR keluar dari ruang sidang (walk out) dan melangsungkan Munas tandingan. Seluruh anggota yang walk out pun mempercayakan Muchdi PR untuk memimpin PB PGI Periode 2018-2022. 

Banyaknya kejanggalan sehingga terpilihnya kembali Murdaya Poo yang melanggar AD/ART pun membuat tim kuasa hukum PB PGI kubu Muchdi akan membawa permasalahan ini ke ranah pengadilan. 

"Kami tidak akan berhenti sampai disitu. Kami akan tetap melakukan sesuai dengan aturan keolahragaan yang di atur di Indonesia. Kami akan tetap meminta Pengukuhan KONI dan pengesahan KOI," jelas Finanta Rudy ditempat yang sama.

Selain itu, PGI kubu Muchdi juga akan mempererat dengan mayoritas suara untuk melengserkan kepemimpina Murdaya Poo. "Kita dengan tim hukum telah menyiapkan segala sesuatunya. Kami siap bekerjasama dengan seluruh pengprov dengan suara yang lain," tegas dia.

#PGI   #Golf   #Dualisme   #MuchdiPR   #Munas   #MurdayaPoo   #KONI