Praktik Pengaturan Skor Exco PSSI

Kupas dan Usut Tuntas Mafia Bola

Eka
Kupas dan Usut Tuntas Mafia Bola
Ilustrasi matchfixing sepakbola (ist).

Jakarta, HanTer - Desakan akan adanya sebuah revolusi di tubuh PSSI banjir mengalir. Selain puncak kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF, tentu banyak pemantik lain bagi para pecinta sepakbola tanah air agar sektor pembenahan juga dilakukan terhadap seluruh anggota federasi pimpinan Edy Rahmayadi.

Itu tak lepas setelah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, turut serta dalam melakukan praktik match-fixing. Diduga, anggota Exco bernama Hidayat melakukan upaya praktik pengaturan skor pada laga babak 8 besar Liga 2 2018 ketika Madura FC akan berhadapan dengan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, 6 November lalu.

Nama Hidayat muncul setelah adanya pernyataan 'blak-blakan' dari manajer Madura FC, Januar Herwanto saat ditantang membongkar siapa sosok yang melakukan praktik tersebut dalam acara Mata Najwa bertemakan 'PSSI Bisa Apa', Rabu (28/11/2018).

"Namanya Hidayat. Ia mengajak kerjasama (mengatur -red) di delapan besar. Betapa mirisnya kita, bila seorang Exco PSSI yang melacurkan diri sebagai makelar," kata Januar yang turut membeberkan bukti komunikasinya melalui aplikasi whatsapp. 

Tentu saja, peranan salah satu Exco PSSI yang diduga melakukan praktik tersebut tidak mencerminkan sikap profesionalisme untuk membangun prestasi sepakbola tanah air. Bahkan itu melenceng dengan visi yang dicanangkan Edy Rahmayadi setelah terpilih menjadi Ketua Umum PSSI Periode 2016-2020, yakni menjadikan induk tertinggi sepakbola tanah air 'profesional dan bermartabat'.

Dugaan praktik pengaturan skor oleh Hidayat juga bertabrakan dengan apa yang sebelumnya dikatakan Ratu Tisha Destria selaku Sekretaris Jenderal PSSI. Rabu (21/11/2018), Tisha menjelaskan PSSI telah bekerjasama dengan Genius Sports Group untuk memantau potensi adanya praktik suap dan pengaturan skor di Liga Indonesia.

Melihat karut marutnya federasi, berbagai tanggapan serta tuntutan pun datang. Salah satunya dilontarkan Akmal Marhali selaku Koordinator Save Our Soccer (SOS). Terbongkarnya satu nama, dinilai menjadi langkah positif untuk membongkar praktik pengaturan skor yang kerap mewabah didalam sepakbola Indonesia. 

Terkuaknya Hidayat pun diharapkan menjadi sebuah pelecut untuk mencari oknum lain yang merusak tatanan sepakbola tanah air. Untuk itu ia menantang PSSI menangkap dalang utama. "Itu semua pernyataan yang di mata najwa soal pengaturan skor sudah jelas. Tinggal PSSI bertindak," kata Akmal.

"Juga pemerintah. Bila tidak ada tindakan dan pengusutan tuntas sampai kapan pun sepakbola kita akan terus berada di jalan yang sesat. SOS menuntut PSSI dan Kemenpora bekerja sama membongkar semua dagelan ini. Bila tidak mampu membongkarnya lebih baik mundur saja semua," cetusnya.

Selanjutnya, berbicara sanksi, tentu saja PSSI juga mengambil langkah tegas dengan menon-aktifkan Hidayat selaku terduga apabila terbukti melakukan praktik haram tersebut. Selain itu, Exco yang merangkap di tiga komite juga wajib di proses ke hukum pidana. 

"Seumur hidup tak boleh aktif di sepakbola. Ada juga hukum pidana. Berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 1980 Pasal 2-5 hukuman penjara lima tahun dan denda Rp15 juta," jelas Akmal. 

Sejatinya potensi masuknya mafia untuk melakukan praktik pengaturan skor tak lepas akibat neraca keuangan klub yang tidak sehat. Dan berdasarkan regulasi lisensi klub profesional AFC, seharusnya tidak di loloskan dalam proses verifikasi untuk tampil di kompetisi profesional.

"Krisis keuangan membuka jalan  masuknya bandar-bandar judi untuk mengatur skor. Ini pernah terjadi di liga negara besar seperti Seri-A dan La Liga," pungkasnya.

STRUKTUR KEPENGURUSAN PSSI 2016-2020:
- Ketua Umum – Edy Rahmayadi
- Wakil Ketua – Joko Driyono
- Kepala Staff Ketua Umum – Iwan Budianto
- Sekretaris Jenderal – Ratu Tisha Destria
- Bendahara – Berlinton Siahaan
- Wakil Bendahara – Irzan H. Pulungan

Pembagian tugas Exco PSSI:
1.Komite Keuangan: Dirk Soplanit, Pieter Tanuri
2.Komite Kompetisi: Yunus Nusi, Hidayat
3.Komite Teknis dan Pengembangan: Refrizal, Verry Mulyadi
4.Komite Wasit: Condro Kirono, Juni Rachman
5.Komite Hukum : Gusti Randa, Yoyok Sukawi
6.Komite Sepak Bola Wanita: Papat Yunisal, Verry Mulyadi
7.Komite Futsal: Johar Ling Eng, Refrizal
8.Komite Medis: Verry Mulyadi, Papat Yunisal
9.Komite Status Pemain: Gusti Randa, Yunus Nusi
10.Komite Pengembangan Usia Muda: Hidayat, Refrizal
11.Komite Fair play dan CSR: Juni Rahman, Yoyok Sukawi
12.Komite Media: Yoyok Sukawi, Yunus Nusi
13.Komite Sepak Bola: Johar Ling Eng, Hidayat
14.Komite Studi Strategis: Dirk Soplanit, Papat Yunisal
15.Komite Marketing dan Konsutana TV: Pieter Tanuri, Dirk Soplanit
16.Komite Keamanan: Condro Kirono, Juni Rachman