JELANG PON PAPUA 2020

Saling Intip Kekuatan di Grand Final Paragliding TROI

Eka
Saling Intip Kekuatan di Grand Final Paragliding TROI
Ike Ayu Wulandari

Malang, HanTer - Selain mengasah kemampuan dalam ketepatan mendarat dan juga menambah jam terbang, ada sisi lain mengapa sejumlah atlet pelatnas Asian Games XVIII/2018 turut meramaikan babak grand final Paragliding Trip of Indonesia (TROI) 2018 di Bukit Waung, Pantai Modangan, Kabupaten Malang, pada 23-25 November lalu.

Itu dilakukan juga sebagai bentuk intip kekuatan diantara rekan jelang mengarungi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 yang berlangsung di Papua. Hal tersebut dikatakan Ike Ayu Wulandari selaku peraih medali perak Asian Games XVIII. Ike yang turun di kategori senior putri menjelaskan bahwa TROI menjadi kesempatan besar untuk melihat peta kekuatan lawan jelang PON 2020.

Pasalnya, Ike yang memperkuat kontingen Jawa Timur menargetkan meraih medali emas pada olahraga multi event empat tahunan tanah air yang berlangsung di Papua. 

"Target kontingen Jawa Timur emas. Jadi terus berusaha bagaimana caranya bisa mendapatkan medali emas. Makanya kita latihan untuk membangun kekompakan tim. Apalagi kita di PON tidak individu saja, tapi juga tim. Jadi TROI ini juga membantu untuk melihat kekurangan yang kita punya," kata Ike.

Senada diungkapkan Thomas Sabarudin selaku Ketua Dewan Juri TROI 2018. Selain menjadi ajang pengenalan sport tourism, salah satu program Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga pimpinan Raden Isnanta dibawah payung 'Ayo Olahraga' juga sebagai tolak ukur terhadap kemampuan atlet jelang PON 2020. 

"TROI ini menjadi salah satu tolak ukur dari pada kemampuan pilot itu untuk bersaing antar provinsi, daerah dan kabupaten menuju ke PON. Tentunya ini akan mengacu kesana. Siapa yang juara nanti bisa dipetakan di PON karena ini sebagai langkah ujicoba melawan rival-rivalnya," kata dia.