Kemenpora Buka Grand Final Paragliding TROI Pantai Modangan

Eka
Kemenpora Buka Grand Final Paragliding TROI Pantai Modangan
Peserta Paragliding TROI Pantai Modangan lepas landas dari titik takeoff (Dok. Kemenpora)

Malang, HanTer - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi membuka seri terakhir kejuaraan Paragliding bertajuk Trip of Indonesia (TROI) di Bukit Waung, Pantai Modangan, Sumberoto, Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (23/11/2018).

Mewakili kehadiran Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Kepala Bidang Pengelolaan Olahraga Petualangan Tantangan dan Wisata Arief Nurbani mengatakan Paragliding TROI Pantai Modangan merupakan puncak atau grand final dari rangkaian seri sebelumnya.

"Ini merupakan seri grand final. Jadi akumulasi dari juara-juara seri pertama sampai keempat akan dihitung poin untuk menjadi pemenang. Nanti juara akan mendapatkan medali dan juga uang pembinaan," kata Arief Nurbani di lokasi take-off Bukit Waung, Pantai Modangan, Jumat (23/11/2018).

Paragliding TROI Pantai Modangan merupakan seri kelima atau babak grand final. Sebelumnya, empat seri telah dilalui sejak Juni lalu. Kabupaten Dharmasraya (Sumatera Barat) menjadi tempat pembuka gelaran TROI edisi pertama. Kemudian berlanjut ke Kemuning (Karanganyar), Wonosobo dan Mandalika (Lombok).

Terpilihnya Pantai Modangan untuk menggelar seri penutup Paragliding TROI 2018, bukan tanpa alasan. Selain memunculkan atlet berbakat dari wilayah lokal, Kemenpora juga berharap kedepan Pantai Modangan menjadi magnet bagi wisatawan.

Menurut Arief, Pantai Modangan berpotensi menjadi sarana wisata baru, khususnya di bidang olahraga rekreasi. Karena selain mempunyai spot untuk Paragliding, juga didukung dengan pemandangan laut lepas yang sangat indah.

Untuk itu, lanjut Arief, Kemenpora berharap kedepan kawasan Bukit Waung dan Pantai Modangan mampu dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah. Karena ia yakin sejumlah potensi masih bisa digali di kawasan ini menjadi sebuah destinasi baru.

"Ini (Pantai Modangan) merupakan the hidden paradise (surga tersembunyi). Saya yakin ini bisa mengalahkan Mandalika, tapi tergantung dari Pemdanya. Tidak semua daerah dapat grand final. Ini menjadi kesempatan bagi Malang," jelasnya

"Kalau dikemas, potensi wisatanya naik. Minimal Paralayang dulu yang masuk. Kita lihat ombaknya juga bagus. Memang untuk surfing tidak bisa, namun wind surfing itu bisa. Disini juga berpotensi untuk menggelar lomba panjat tebing dan banyak potensi lain," Arief menambahkan.

Tentu saja, hal itu akan berdampak banyak bagi pemerintah daerah dan khususnya masyarakat sekitar, terutama di sektor prestasi maupun ekonomi melalui pengembangan beragam destinasi objek wisata lainnya.

Seperti diketahui, Paragliding TROI merupakan salah satu program Kemenpora dibawah payung 'Ayo Olahraga'. Pada edisi kali ini, sebanyak 86 atlet dari Sabang sampai Papua turut ambil bagian menjadi yang terbaik.

Demi menyukseskan TROI, Kemenpora turut menggandeng Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI) selaku operator.

Sebelum dimulainya perlombaan Paragliding TROI Pantai Modangan, Senam Poco-poco 'Madura' dari ratusan lansia di Kabupaten Malang, turut membakar semangat peserta dan juga menjadi tanda pembuka edisi terakhir kejuaraan grand final tahun ini.