IBL Go-Jek Tournament 2018

Stapac Juarai IBL Go-Jek Tournament 2018

Hermansyah
Stapac Juarai IBL Go-Jek Tournament 2018
Tim Stapac Jakarta

Solo, HanTer - Tim basket Stapac Jakarta sukses memboyong trophy IBL Go-Jek Tournament 2018, ajang pemanasan jelang musim reguler kompetisi basket kasta tertinggi di Tanah Air pasca menundukkan Pelita Jaya, juara bertahan yang tahun lalu bertitel Perbasi Cup 2017, saat berlangsung di Sritex Arena Solo, Minggu (21/10/2018) malam.

Bermaterikan Muhammad Thoyib, Oki Wira Sanjaya, Kaleb Ramot Gemilang, Abraham Damar Grahita dan Agassi Yeshe Goantara sebagai starting line-up, Stapac yang ditangani pelatih anyar Giedrius Zibenas itu kerap memimpin perolehan angka ditiap kuarternya. Permainan empat kuarter ditutup dengan angka 62-56 untuk Stapac Jakarta.

Dikuarter pertama, Stapac memimpin dengan skor tipis 20-19. Pada kuarter kedua Stapac mampu menerapkan permainan bertahan yang solid, sehingga Pelita hanya mampu mendulang tujuh angka, sedangkan Stapac mengoleksi 14 angka. Pasca rehat, Pelita coba mengambil alih permainan yang berujung mampu mengoleksi 18 angka, sedangkan lawan hanya 12. Namun dikuarter pamungkas, Stapac kembali beringas dengan memperoleh 16 poin, sedangkan Pelita hanya 12 angka. 

Ucapan selamat disampaikan pelatih Pelita Jaya Johannis Winar usai laga. Menurutnya, dalam laga tersebut banyak pembelajaran bagi para anak asuhnya untuk berbenah menyongsong regular season.

"Selamat buat Stapac. Banyak pelajaran buat kita. Bisa bangkit mengejar setelah tertinggal tetapi kemudian kehilangan momentum. Di akhir kurang koordinasi pada sisi pertahanan. Pelajaran menghadapi season bahwa semua tim sudah berbenah," ucap pelatih Pelita Jaya Johannis Winar.

Menurut pelatih yang akrab disapa Ahang itu, timnya memiliki keunggulan disektor big man, namun lantaran sudah kehilangan momentum, akhirnya skema permainan tidak berjalan sesuai keinginan. "Keunggulan di big man tapi tak bisa masuk. Ada pengaruh karena kehilangan momentum. Kekalahan ini akan jadi evaluasi baik buat pemain mau pun pelatih," pungkas Ahang.
   
Sementara itu eforia kemenangan tentu saja menyelimuti tim yang haus dengan gelar sejak terakhir kali menggenggam trophy kompetisi basket kasta tertinggi bertajuk NBL pada musim 2014 lalu.

Pelatih Stapac Giedrius Zibenas pasca laga mengatakan bahwa dalam tujuh hari terakhir timnya bertanding dengan lawan-lawan yang hebat dan penonton yang luar biasa. Bahkan dirinya membeberkan kunci kesuksesan dalam memenangi pertarungan dengan salahsatu tim kuat di Indonesia itu. "Kami punya rencana untuk mengontrol posisi, baik posisi dibawah maupun saat melakukan rebound. Nah, rebound adalah kunci dari kemanangan ini," akunya.

Ya, kuarter ketiga, Pelita sempat mengubah strategi permainan sehingga mampu mengejar ketertinggalan. Akan tetapi, pelatih yang akrab disapa Ghibbi itu mengaku tidak panik walau lawan mampu mengejar angka.

Meski demikian, pelatih berkebangsaan Lithuania itu menganggap laga final IBL Go-Jek Tournament 2018 tak lebih seperti friendly game sebab tujuan utama tetap di regular season. "Para pemain pasti sudah sadar harus segera kembali kerja keras setelah sampai di Jakarta," pungkasnya.

Disisi lain, Mei Joni tampil sebagai MVP Final IBL Go-Jek Tournament 2018. Penghargaan itu disematkan pemain berpostur 188cm tersebut pasca memiliki waktu bermain 29:13 menit meski hanya mengoleksi delapan poin, lima rebound dan empat assist. "Senang bisa pertama kali jadi juara sekaligus jadi MVP, bahkan saya tidak menyangkabisa jadi MVP Final, karena saya hanya fokus bermain untuk tim," ungkap Joni.

"Pelatih baru membentuk attitude juara. Tentu kami tak hanyut dalam eforia kemanangan pada malam ini, karena target utama kami menyasar pada regular season," pungkasnya.

IBL Pertalite 2018/2019 nantinya bakal bergulir pada 30 November mendatang yang akan bergulir di 10 kota, menghinggapi tiga kota penyelenggara baru dengan harapan bisa memacu perkembangan dan pembinaan bola basket daerah dan akhirnya bermuara pada peningkatan prestasi bola basket Indonesia.

“Rencananya Kota kota baru ini ada di luar Pulau Jawa. Dan akan digelar di Pulau Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. Ini bagian dari program kami memperluas jangkauan IBL agar bisa dinikmati semakin banyak pecinta bola basket Indonesia,” kata Direktur IBL, Hasan Gozali beberapa waktu lalu.