KOMPETISI 2019/20 DILANJUTKAN AWAL FEBRUARI 2021

Tidak Ideal, Bagusnya PSSI dan LIB Persiapkan Musim Baru

Eka
Tidak Ideal, Bagusnya PSSI dan LIB Persiapkan Musim Baru
Ilustrasi pertandingan kompetisi liga 1

Jakarta, HanTer - Keputusan PSSI untuk melanjutkan kompetisi musim 2019/20 pada awal Februari tahun depan dianggap kurang ideal lantaran 2021 jadwal padat menghiasi kalender olahraga, khususnya sepakbola, ditambah persiapan musim 2020/21.

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan juga PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi diharapkan untuk tidak terlalu memaksakan untuk melanjutkan lanjutan Liga 1 pada awal Februari 2021.

Selain akan menempuh jadwal yang sangat padat serta dibayanginya rasa kelelahan dari para pemain, kompetisi Liga 1 musim 2019/2020 yang telah ditunda sejak Maret akibat pandemi Covid-19 di usulkan untuk tidak dilanjutkan. Apalagi kompetisi kasta tertinggi baru dimainkan tiga laga.

Dengan kata lain, masih ada 31 pekan tersisa untuk dijalankan demi merampungkan kompetisi musim 2019/20. Meski PSSI dan PT LIB akan menerapkan skema berbeda pada awal Februari nanti, namun hal tersebut dianggap tidak cukup efektif untuk berkompetisi secara kompetitif.

Menyikapi hal tersebut, Bhayangkara FC melalui sang kapten, Indra Kahfi pun mengimbau kepada pihak terkait agar kiranya menyetop musim 2019/20 dan mempersiapkan kompetisi musim 2020/21 agar lebih matang saat bergulir di masa pandemi ini.

Indra menilai, kompetisi musim ini tak lagi ideal jika dipaksakan. Belum lagi tahun depan Indonesia disibukkan dengan pesta sepakbola level junior FIFA bertajuk Piala Dunia U-20 pada 2021. "Lebih baik dipertimbangkan untuk mempersiapkan liga atau kompetisi baru, ketimbang meneruskan liga tahun ini," katanya dilansir laman resmi klub, kemarin.

Imbauan tersebut turut di amini Akmal Marhali selaku Koordinator Save Our Soccer (SOS). Ada alasan mengapa kompetisi, khususnya Liga 1 dianggap tak layak untuk dilanjutkan di masa pandemi Covid-19. Pertama, masih tingginya wabah yang membuka kans terjadinya klaster baru di sepakbola.

Apalagi, kompetisi Liga 1 baru berjalan tiga pekan dan menyisakan 31 pertandingan untuk dirampungkan. Ia menerangkan ditengah ketidakpastian kick-off yang semula dijadwal 1 Oktober, kemudian mundur ke November, Desember dan akhirnya diputuskan pada Februari, hal itu hanya akan merugikan klub.

Akmal melanjutkan, lain cerita dengan beberapa kompetisi top negara Eropa seperti Serie-A alias Liga Italia, mapun Liga Inggris serta Liga Spanyol dan juga Jerman. Seyogyanya wajar mereka melanjutkan kompetisi lantaranya pertandingan hanya menyisakan tidak lebih 10 laga lagi.

"Kondisi sepakbola kita juga beda dengan Serie-A, Bundesliga, La Liga maupun Premier League. Mereka dilanjutkan karena hanya menyisakan tak lebih dari 10 laga ketika itu. Sementara Liga 1 Indonesia masih menyisakan 31 laga," katanya.

Menurutnya, terlalu riskan apabila kompetisi dilanjutkan karena banyak risikonya. "Pertama, resiko keselamatan dan kesehatan pemain. Risiko pemain cedera karena jadwal dipadatkan dan kejar tayang. Risiko jadwal kompetisi yang berabrakan karena Asia rata-rata kompetisi dimulai pada awal tahun. Pilihan terbaik saat ini buat PSSI adalah menghentikan kompetisi dan fokus untuk persiapan musim 2021," jelas dia.

Sebelumnya, PSSI baru saja menerbitkan ebuah surat keputusan (SK) bertanggal 16 November soal penundaan lanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Indonesia yang tidak bisa digelar tahun ini.

SK nomor SKEP/69/XI/2020 yang ditandatangani Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan itu sebenarnya tak jauh berbeda dengan SKEP/53/VI/2020 yang diterbitkan beberapa waktu lalu baik dalam hal rencana jadwal kompetisi Liga 1 dan Liga 2 maupun nilai kontrak pemain.

Kompetisi domestik ditangguhkan tahun ini akibat pandemi Covid-19 yang masih masif penyebarannya dan tak mendapat izin penyelenggaraan dari kepolisian meski federasi dan operator berjanji menerapkan protokol kesehatan. Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dijadwalkan berlanjut Februari 2021, sedangkan Liga 3 baru akan ditetapkan setelah dua kompetisi teratas itu telah ada kejelasan.

#PSSI   #LIB   #Liga1   #Sepakbola