Pelatihan Instruktur 

Pembinaan Mulai dari Sekolah

Hermansyah
Pembinaan Mulai dari Sekolah
Pembukaan Pelatihan Instruktur/Pelatih Dasar bagi guru-guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) pada Sekolah Dasar, Menengah Pertama dan Menengah Atas di Serpong

Serpong, HanTer - Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Kedeputian Pembudayaan Olahraga di bawah keasdepan Olahraga Pendidikan, menggelar Pelatihan Instruktur/Pelatih Dasar bagi guru-guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) pada Sekolah Dasar, Menengah Pertama dan Menengah Atas di Serpong, Rabu (7/10/2020).

Ary Mulyadi, selaku Plt Asdep Olahraga Pendidikan Kemenpora menuturkan bahwa pelatihan ini dipandang perlu dan penting agar para instruktur dalam hal ini para guru mulai dari SD, SMP hingga SMA, persepsi yang sama jika perlakuan kepada anak murid SD, SMP atau SMA berbeda.

"Dalam kegiatan ini mereka dibekali pengetahuan untuk mampu menganalisa ketika terdapat siswa yang memiliki potensi, para instruktur yang notabenenya ini adalah para guru sekolah, bisa mengarahkan ke klub, ataupun bisa membuat ekstrakurikuler untuk kecabangan olahraga. Contohnya seperti Lalu M. Zohri yang bakatnya ditemukan oleh guru olahraga. Intinya, perlakukan untuk SD, SMP dan SMA untuk guru-guru PJOK itu berbeda," ucapnya.

Kegiatan di Banten ini diikuti setidaknya oleh 30 guru yang sebelunya juga dilakukan hal yang sama di Bandung. Ary Mulyadi mengatakan pelatihan ini dianggap penting, terlebih jika merujuk pada Grand Design yang akan dibuat untuk tahun 2032. 

"Dengan jumlah siswa yang tercatat sebanyak 48 juta pada tahun 2032 nanti, para siswa yang saat ini mendapatkan pelatihan dari para guru di pelatihan instruktur inilah yang akan direkrut, bahkan kedepannya kami di Ordik, kedepannya akan membuat pelatihan-pelatihan kecabangan, sehingga guru-guru tidak hanya mengajar, namun bisa potensi anak-anak. Yang jelas pada tahun 2032, mereka-mereka inilah yang nantinya akan menjadi atlet Nasional yang akan berlaga di ajang Internasional mewakili Indonesia," ucapnya.

Tak hanya selesai dari kegiatan pelatihan instruktur ini, Ary juga menuturkan jika Kemenpora akan terus mengawal perkembangan para anak didik dengan menerima laporan-laporan dan kelanjutannya akan memformulasikan kecabangan yang disesuaikan dengan potensi daerah.

"Tentunya kalau kita mengacu ke Grand Design, diharapkan nomor-nomor olimpik yang akan menjamur, sehingga guru-guru menjadi tulang punggung pembinaan usia dini," pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Deputi III Pembudayaan Olahraga, R. Isnanta, saat membuka kegatan di Banten ini. Dirinya mengatakan bahwa guru sebagai pionir, tokoh sentral di sekolah dalam mengembangkan bakat anak didik. Bahkan dirinya mengatakan jika guru pendjas akan menjadi pemandu bakat, di mana akan tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) antara Kemenpora dengan Kemendikbud.  

Tak hanya itu, kegiatan ini menjadi implementasi dari wejangan Presiden Joko Widodo di hari Haornas 2020, di mana olahraga harus menjadi instrumen penting dalam pembentukan karakter, serta melalui amanahnya harus produktif, sehat dan bugar.