Ini Pesan Menpora di Peringatan Harlah Pancasila

Hermansyah
Ini Pesan Menpora di Peringatan Harlah Pancasila
Menpora Zainudin Amali

Jakarta, HanTer - Apapun yang dilakukan oleh seluruh anak bangsa apalagi kaum muda, tidak boleh lepas dari Pancasila. Hal tersebut ditegaskan Menpora Zainudin Amali saat menyampaikan Kuliah Umum Kepemudaan yang diselenggarakan Maritim Muda Nusantara (MMN) bekerja sama dengan Keasistendeputian Peningkatan Kapasitas Pemuda Kemenpora melalui Video Conference Zoom, Senin (1/6/2020), dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila.

Kegiatan positif era digital ditengah gencarnya persiapan menuju era New Normal dengan tema "Pancasila dan Konstitusi Pemuda Maritim di Era Digital, Menpora mengatakan bahwa apapun yang kita lakukan tidak boleh keluar dari kesepakatan final bersama ideologi bangsa dan negara yakni Pancasila.

Lebih lanjut Menpora menyampaikan apresiasi atas ide gagasan MMN, sembari menyampaikan pesan-pesan berharga bahwa era digitalisasi atau era millenial harus cepat diadaptasi, jika tidak mau tertinggal dan terpinggirkan. 

Ada empat kontribusi yang dapat dilakukan MMN seiring menajamkan kemampuan digitalisasi, yaitu pengawasan terhadap implementasi peraturan perundangan bidang kemaritiman, melakukan pendidikan, pelatihan, dan literasi maritim terhadap masyarakat, usaha pelestarian budaya maritim menyangkut kearifan lokal, dan penguasaaan sumber daya maritim serta pemberdayaan sumber daya manusianya.  

"Dengan tetap berlandaskan Pancasila, MMN dapat melakukan pengawasan seperti melaporkan kepada yang berwenang bila ada pelanggaran kemaritiman, dan penting lagi memberikan edukasi kepada masyarakat, contohnya jangan buang sampah di laut karena akan mencemari lingkungan, kreativitas digital dapat dipakai untuk itu," kata Menpora.

"Harapan besar, MMN tidak berhenti pada acara-acara webinar seperti ini, harus ada follow up-nya, apa yang bisa disenergikan dengan program prioritas kepemudaan Kemenpora segera laksanakan," tambahnya. 

Mengakhiri Webinar kali ini, Deputi Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah menyampaikan kata akhir yang patut direnungkan bersama bahwa masalah maritim bagi pemuda masih menjadi problem yang perlu perhatian serius.

Menurut data masih dibawah 1% dari 67 juta pemuda Indonesia yang menggeluti kemaritiman. "Tiga perempat wilayah kita adalah maritim, semestinya sektor pekerjaan yang digeluti harus banyak disitu. Keadilan sosial tidak akan ada tanpa kita usahakan," tutupnya.