Konflik LIB Ditengah Pandemi, PSSI Diminta Setop Kompetisi Tanpa Gelar Juara

Eka
Konflik LIB Ditengah Pandemi, PSSI Diminta Setop Kompetisi Tanpa Gelar Juara

Jakarta, HanTer - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) diminta untuk menyetop alias menghentikan kompetisi mereka, baik di pentas Liga 1 maupun Liga 2 musim ini. Selain dilema ditengah pandemi Covid-19, harus banyak pekerjaan rumah yang wajib diselesaikan, seperti konflik internal di tubuh PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Desakan untuk menyetop kompetisi bukan tanpa alasan. Hal tersebut dikatakan Akmal Marhali selaku Koordinator Save Our Soccer (SOS). Kepada Harian Terbit, ia menuturkan, akan ada banyak yang terselamatkan bila PSSI mengeluarkan keputusan secara cepat dan tepat.

"Mengambil keputusan di tengah pandemi Covid-19 yang sulit diprediksi bukan hal mudah. Termasuk soal kompetisi Liga1 Indonesia dan Liga 2 Indonesia 2020. Maklum, ini bukan soal sepakbola Indonesia semata, tapi juga urusan keselamatan masyarakat Indonesia dalam hal ini stakeholder sepakbola," kata dia, Minggu (10/5/2020).

Akmal melanjutkan, akan amat sulit bila kompetisi dipaksa untuk dilanjutkan. Meski prediksi dari pemerintah Juni 2020 virus corona mereda tetapi, itu belum benar-benar bersih dan jadi jaminan. Masih mungkin berlanjut bila semua tidak disiplin dan patuh terhadap PSBB, social distancing maupun physical distancing.

"Melanjutkan kompetisi di tengah kedisiplinan kita yang lemah sangat berisiko. Belum lagi efek lain terkait sepakbola itu sendiri. Pastinya bila dilanjutkan akan mengubah agenda maupun program yang sudah dibuat. Kompetisi akan selesai melebihi jadwal dan kompetisi musim depan pastinya ikut molor. Pilihan terbaik saat ini adalah STOP kompetisi seperti Eredivisie, Ligue1 atau Liga Belgia," tegasnya.

Berbicara perihal skema keputusan, SOS menyarankan agar PSSI menghentikan kompetisi seperti yang ditempuh Liga Belanda alias Eredivisie, yakni tidak ada klub yang bertitel juara, degradasi maupun promosi. "Tidak ada juara, promosi dan degradasi. Kompetisi kan baru tiga partai. Belum separuhnya berjalan. Beda dengan di Eropa," jelas dia.

Di luar itu, Akmal mengatakan desakan klub untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) wajib dijalankan sesegera mungkin. Sebab selain membahas nasib kompetisi yang waktu lanjutannya tidak jelas, hal tersebut juga sebagai langkah mencari solusi PSSI untuk memperbaiki diri, khususnya menyelesaikan konflik internal di tubuh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi.

"Sah-sah saja pemilik saham meminta RUPS bila dipandang perlu untuk membenahi manajemen perusahaan asal semua dilalukan sesuai dengan prosedural. Tidak untuk saling tikam. Tapi, semata demi kepentingan perusahaan," ujarnya.

"LIB tidak bisa memisahkan diri dari PSSI karena perusahaan ini didirikan untuk kepentingan PSSI. Meski cuma dapat saham 1 persen, PSSI memiliki hak veto dan golden share terhadap LIB. Soal rangkap jabatan ini juga perlu kembali dituntaskan. Baik yang di PSSI, LIB maupun di klub," pungkas dia mengakhiri.

#pssi   #sepakbola   #indonesia   #lib