Pemain PSIS Semarang Mulai Bisnis Saat Liga Berhenti Karena Pandemi Coronavirus

Hermansyah
Pemain PSIS Semarang Mulai Bisnis Saat Liga Berhenti Karena Pandemi Coronavirus
Hari Nur Yulianto (kiri) dan Bruno Silva

Jakarta, HanTer - Diberhentikannya kompetisi Liga 1 musim 2020 sejak Maret silam sebagai imbas pendemi virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19, membuat beberapa pemain PSIS Semarang menempuh jalur alternatif mencari nafkah dengan berwirausaha.

“Ini untuk mengisi waktu luang karena Liga 1 berhenti dan PSIS tidak ada latihan, jadi saya mencoba belajar bisnis,” kata salah satu pemain PSIS Hari Nur Yulianto seperti dilansir laman resmi tim yang dipantau di Jakarta, Sabtu (25/4/2020).

Pemain berperan sebagai penyerang ini mencoba berwirausaha dengan menjual pakaian yang dipasarkan secara online melalui @hny_id. Apa yang dilakukannya merupakan sebuah tantangan baru, karena selama ini fokus bermain sepakbola.

Hal sama dilakukan dua punggawa Laskar Mahesa Jenar lainnya, seperti Alfeandra Dewangga Santosa, dan Kartika Vedhayanto yang juga mencoba belajar bisnis di jalur yang sama.

Alfeandra Dewangga Santosa membuat kaos dengan merek @alf.store19_ dan Kartika Vedhayanto mengelola akun @seventen17.co untuk menjadi distributor pakaian.

Dua penggawa Timnas U-19 ini memiliki tekad untuk belajar bisnis dan ingin menambah tabungan di tengah liburnya kompetisi Liga 1 yang hingga saat ini belum ada kepastian kapan dimulai kembali. “Sebenarnya niat saya sudah lama untuk bisnis kaos, namun baru sempat sekarang. Buat belajar bisnis juga mumpung masih muda,” kata Dewangga.

“Tidak jauh beda sama Dewa, saya juga ingin belajar bisnis. Namun kalau saya hanya menjual, mungkin kalau Dewa sama Mas Hari Nur produksi merek sendiri,” tambah Vedhayanto.

Ketiga pemain ini tentu memiliki harapan yang sama yakni bisnis pakaiannya bisa berjalan dengan lancar dan bisa menghasilkan pendapatan tambahan di luar sepak bola.

Apalagi sebagai seorang pesepak bola profesional, ketiga pemain ini memang harus menyiapkan masa depan supaya setelah pensiun tidak kebingungan mencari penghasilan di luar dunia sepak bola.