TURUTI DESAKAN PANPEL OLIMPIADE TOKYO

IOC Hapus Komentar Kontroversi Tentang Kerugian Finansial

Eka
IOC Hapus Komentar Kontroversi Tentang Kerugian Finansial
Presiden Olimpiade Tokyo 2020, Yoshiro Mori, menerima api Olimpiade saat tiba dari Yunani di Pangkalan Udara Matsushima, di tengah pandemi virus corona Covid-19, pada 20 Maret silam.

Tokyo, HanTer - IOC selaku Komite Olimpiade Internasional akhirnya menuruti permintaan dari Panitia Pelaksana (Panpel) Olimpiade-Paralimpiade Tokyo. Organisasi pimpinan Thomas Bach itu menghapus pesan kontroversialnya yang menyebut bahwa Jepang mengalami kerugian besar oleh pandemi Covid-19.

Kerugian besar Jepang di ungkapkan IOC melalui laman resmi mereka setelah melakukan perbincangan khusus bersama Shinzo Abe, Perdana Menteri Jepang. Dimana Abe menuturkan, penundaan Olimpiade akibat pandemi sampai tahun depan membuat Negeri Matahari Terbit mengalami kerugian besar di sisi finansial.

Namun pernyataan yang seharusnya tidak menjadi buah bibir alias konsumsi publik, rupanya dipublikasikan oleh IOC meskipun tanpa adanya kesengajaan. Sontak saja, hal tersebut mengundang reaksi dan kecaman dari Panpel Olimpiade Tokyo selaku tuan rumah penyelenggara.

Juru bicara Tokyo 2020, Masa Takaya, mengatakan kepada wartawan di sebuah briefing online pada hari Selasa, "Kami pikir tidak pantas jika nama PM dikutip seperti ini." Dia mengatakan bahwa Tokyo 2020 telah mengirim email ke IOC untuk meminta IOC untuk menghapus komentar dari situs web mereka," kata dia, Selasa lalu.

Pernyataan itu segera direvisi dan nama Perdana Menteri Jepang telah dihapus seperti yang diminta. Selain itu, IOC pun menampilkan postingan baru yang berbunyi bahwa Jepang akan terus siap menyukseskan gelaran olahraga akbar sejagat empat tahunan di wilayah mereka.

"Pemerintah Jepang telah menegaskan kembali bahwa ia siap untuk memenuhi tanggung jawabnya untuk menjadi tuan rumah Olimpiade yang sukses. Pada saat yang sama, IOC telah menekankan komitmen penuhnya untuk Olimpiade yang sukses di Tokyo 2020," demikian bunyi pernyataan tersebut.

IOC dan pihak Jepang, termasuk Komite Penyelenggara Tokyo 2020, akan terus menilai dan membahas bersama dampak masing-masing yang disebabkan oleh penundaan tersebut," tambahnya.

Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan kepada wartawan Selasa pagi bahwa Jepang dan IOC belum menyetujui biaya tambahan. Ia mengatakan bahwa dia percaya bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk bersama-sama terus menilai dan membahas masalah ini.

Sebagaimana diketahui, Olimpiade nampaknya menjadi sebuah kutukan besar bagi Jepang sebagai calon tuan rumah. Sebelumnya Negeri Matahari Terbit itu juga pernah menerima pil pahit dengan dibatalkannya Olimpiade 1940. Itu tak lepas lantaran gejolak Perang Dunia II yang sedang panas.

Beruntung, kali ini tidak ada pembatalan untuk kedua kalinya bagi kubu Jepang menyusul masifnya penyebaran pandemi global virus corona. IOC selaku penyelenggara hajat hanya menangguhkannya untuk dilaksanakan pada Juli 2021.