BELUM KEBOBOLAN DI LIGA 1

LIB Apresiasi Lini Pertahanan Persiraja di Awal Musim

Eka
LIB Apresiasi Lini Pertahanan Persiraja di Awal Musim
Para pemain Persiraja Banda Aceh (ist)

Jakarta, HanTer - Berstatus sebagai tim yang baru saja promosi ke Liga 1 musim ini, performa Persiraja Banda Aceh mendapat banjir pujian. Salah satunya dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi sepakbola berjenjang di Tanah Air.

Meski saat ini kompetisi ditangguhkan akibat pandemi global virus corona alias Covid-19, setidaknya apresiasi patut diberikan kepada klub yang berdomisili di ujung barat Indonesia itu. Pasalnya mereka menjadi satu-satunya kesebelasan yang belum kebobolan memasuki pekan ke-3 atau sebelum liga ditangguhkan.

Sampai pekan ketiga, Persiraja telah menunjukkan statistik bertahan yang cukup bagus. Tim yang berdiri sejak 1957 ini sukses menahan dua tim kuat, Bhayangkara FC dengan skor 0-0 pada 29 Februari lalu dan juga Madura United dengan angka yang sama pada 9 Maret 2020 lalu menang 1-0 saat melawat ke kandang Persik Kediri (14/3/2020).

Seperti yang tercatat di statistik PT Liga Indonesia Baru (LIB), dari tiga pertandingan tersebut, tim besutan Hendri Susilo tersebut telah sukses melakukan 104 intercepts, kemudian sukses membukukan clearances hingga 99 kali. Tak hanya itu, Persiraja juga tercatat sebagai tim yang paling banyak menerima tembakan dari lawan, yakni sebanyak 42 kali.

Kiper Persiraja, Fakhrurrazi Quba, dalam tiga kali penampilannya, telah melakukan 13 kali penyelamatan. Pada Shopee Liga 1 2020, catatan ini hanya kalah dari kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam yang telah melakukan 14 kali penyelamatan.

Hendri Susilo, pelatih Persiraja tak menampik jika timnya disebut kuat dalam bertahan. “Disadari atau tidak, itu erat kaitannnya dengan karakter pemain-pemain asal Aceh. Rata-rata pemain-pemain kami pekerja keras dan fight,” kata dia, Rabu (22/4/2020).

Ketika bertanding, lanjut Hendri, sebenarnya ia tak menekankan timnya untuk tampil defensif. Namun hanya menyesuaikan dengan karakter lawan yang dihadapi. “Melihat karakter anak-anak, tidak mungkin saya meminta mereka bermain terbuka. Jadi, semuanya dikombinasikan. Sesekali bermain terbuka dan cepat. Jadi, mungkin itu yang membuat publik menganggap kami tampil defensif,” tambah dia.

Menilik fakta yang dimunculkan, PT LIB memberikan apresiasi yang positif terhadap Persiraja. “Salah satu tim promosi yang mengejutkan penampilannya sejauh ini ialah Persiraja Banda Aceh," jelas Dirut PT LIB, Mayjen TNI (Purn) Cucu Somantri, Rabu (22/4/2020).

Mereka terbukti mampu mengimbangi tim-tim lain yang sudah terbiasa bersaing di level tertinggi. Terima kasih, Persiraja. Kalian telah menunjukkan gambaran ketatnya kompetisi kasta tertinggi di sepakbola nasional,” ujar Cucu mengakhiri.