OPSI PENGHITUNGAN KOEFISIEN

Regulasi UEFA Buat Chelsea Terancam Batal ke Eropa

Eka
Regulasi UEFA Buat Chelsea Terancam Batal ke Eropa
Pelatih Chelsea, Frank Lampard (ist)

London, HanTer - Ada sebuah opsi terakhir bagi UEFA selaku induk tertinggi sepakbola Eropa apabila sejumlah negara di benua biru terpaksa batal untuk melanjutkan kompetisi domestik mereka. UEFA akan menempuh penghitungan secara koefisien berdasarkan rekam jejak klub dalam lima tahun terakhir.

Bila itu terpaksa dilakukan, bukan tak mungkin ada klub yang di rugikan dan juga di untungkan apabila UEFA memakai regulasi darurat itu. Salah satu contoh terjadi di pentas Premier League. Chelsea yang saat ini bercokol di peringkat empat alias pemegang slot akhir menuju Liga Champions musim depan, terpaksa batal diwujudkan.

Sebaliknya, sistem penghitungan secara koefisien menguntungkan rival Chelsea sesama klub asal London, yakni Arsenal. Klub yang kini berada dibawah asuhan pelatih Mikel Arteta dipastikan mendapat tempat untuk berpartisipasi di Liga Champions.

Padahal saat ini Arsenal bercokol di peringkat sembilan dengan mengemas 40 poin dari 28 laga yang telah dilalui. Namun sistem tersebut membuat Arsenal mendapatkan hadiah berupa 'durian runtuh'. Pasalnya berdasarkan tabel koefisien UEFA, The Gunners, julukan Arsenal, berada di urutan empat, atau slot akhir ke zona Liga Champios.

Keuntungan juga berpihak kepada Tottenham Hotspur yang saat ini bercokol di peringkat delapan Premier League. Di dalam penghitungan koefisiensi UEFA, tim asuhan pelatih Jose Mourinho bertengger di peringkat lima. Namun mereka tetap berhak tampil seiring dengan disanksinya Manchester City oleh UEFA.

Dimana Manchester City memang menjadi klub teratas di pentasn Premier League berdasarkan koefisien UEFA dengan mendulang 112 poin, sedangkan Liverpool membuntuti dibelakangnya (99 poin), lalu disusul Manchester United dengan 92 poin, Arsenal (91) serta Tottenham Hotspur di urutan lima dengan 85 poin.

Dilansir laman The Sun, kemarin, selain Chelsea, penghitungan koefisien juga merugikan ambisi Leicester City untuk tampil ke Liga Champions musim depan. Sebab tim asuhan pelatih Brendan Rodgers dianggap memenuhi syarat bermain di turnamen bergengsi antar klub benua biru musim depan setelah menghuni peringkat tiga.

Namun berdasarkan penghitungan UEFA, The Foxes, julukan Leicester City, bercokol di urutan tujuh dengan total poin 22 angka. Absennya Man City membuat skuad Rodgers naik satu peringkat ke urutan enam. Akan tetapi itu tetap tak menolong mereka ke Liga Champions.

Penghitungan jumlah poin koefisien UEFA dilakukan berdasarkan rekam jejak klub-klub yang berlangganan di turnamen mereka dalam lima tahun terakhir. Meski Liverpool telah tampil impresif dalam dua musim terakhir, rupanya poin mereka masih kalah jauh dari The Citizens, julukan Manchester City.

"Tabel koefisien UEFA disusun berdasarkan kinerja Eropa selama periode lima tahun terakhir, dengan penghitungan poin menang dan imbang, dan poin bonus untuk kualifikasi grup serta babak gugur," demikian penggalan keterangan kalimat seperti dilansir laman The Sun.

BERIKUT TABLE KOEFISIEN UEFA (Premier League)
POS*KLUB*TOTAL POIN

1*Man City*112
2*Liverpool*99
3*Man United*92
4*Arsenal*91
5*Tottenham*85
6*Chelsea*83
7*Leicester*22
8*Wolves*12
9*Southampton*7
10*Everton*3