KLUB SERIE-A SEPAKAT MUSIM DILANJUTKAN

Operator Liga Tunggu Izin dan Kepastian Pemerintah Italia

Eka
Operator Liga Tunggu Izin dan Kepastian Pemerintah Italia
Ilustrasi (ist)

Roma, HanTer - Lega Calcio selaku operator sepakbola yang menaungi kompetisi Serie-A menerangkan bahwa pihaknya telah menjalin kesepakatan dengan mayoritas klub agar Liga Italia musim ini kembali dilanjutkan setelah menjalani masa penangguhan akibat masifnya penyebaran pandemi virus corona alias Covid-19.

Kesepakatan itu terjadi setelah mayoritas klub dan operator menyetujui terhadap beberapa protokol kesehatan, seperti melakukan skrining ekstra ketat bagi para pemain serta menjalankan pertandingan secara tertutup alias tanpa penonton. Itu dilakukan guna mencegah pemain Serie-A terancam dari paparan Covid-19.

Mengenai jadwal, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan FIGC. Dimana kemungkinan besar liga akan kembali bergulir pada pertengahan atau akhir Mei mendatang. Setelah melakukan kompromi dengan mayoritas klub peserta, kini hasil dari pertemuan itu akan dilaporkan kepada pemerintah Italia.

Sebab pemerintah Italia menjadi kunci penting ihwal keluar atau tidaknya izin pertandingan lanjutan Serie-A musim ini. Namun Lega Calcio selaku operator berharap ada respon positif dari pemerintah setempat ditengah masih masifnya penyebaran Covid-19.

"Lega Serie-A bertemu pagi ini dan mengkonfirmasi, dengan suara bulat dari semua 20 klub dalam konferensi video, niat untuk menyelesaikan musim 2019-20. Jika pemerintah mengizinkannya dan sepenuhnya mematuhi aturan untuk perlindungan kesehatan dan keselamatan, maka liga akan berlanjut," tulis pernyataan Lega Calcio dikutip Football Italia, kemarin.

"Dimulainya kembali kegiatan olahraga dalam apa yang disebut Fase Dua, sebagaimana telah disorot di masa lalu, akan berlangsung sesuai dengan restu FIFA dan UEFA, dengan keputusan FIGC, serta sesuai dengan protokol medis untuk melindungi para pemain dan staf," sambung pernyataan tersebut.

Desak FFP Dibatalkan
Di luar itu, banyak desakan dari petinggi klub sepakbola Italia agar kiranya UEFA dan FIFA berani mengambil keputusan untuk menghapus regulasi mengenai Financial Fair Play (FFP) atau batasan investasi dan belanja pemain pada musim depan. 

Hal itu dilakukan guna membantu menyelamatkan klub dari ancaman krisis finansial bahkan kebangkrutan. Salah satu dukungan dilontarkan mantan direktur AC Milan Marco Fassone. Ia setuju dengan CEO Monza, Adriano Galliani yang notabene eks Wakil Presiden Milan terkait penghapusan FFP musim ini.

Menurutnya penghapusan sementara FFP akan membantu klub-klub,khususnya di Serie-A untuk mendapatkan investor baru ditengah krisis finansial yang menghantam mereka. "Setelah saya membaca [CEO Monza Adriano] proposal Galliani, yang sangat menarik, saya mengiriminya pesan," kata Fassone.

"Saya setuju bahwa sepakbola harus berhenti dan dilanjutkan pada Agustus atau September, tetapi simpul dari usulannya adalah pasar transfer musim panas ini. Regulasi Financial Fair Play saya rasa menjadi solusi untuk dihapuskan sementara, karena ini menyangkut krisis keuangan yang melanda klub," pungkasnya.