PERTANDINGAN DIGELAR TERTUTUP

UEFA Rilis Jadwal Liga Champions

Eka
UEFA Rilis Jadwal Liga Champions
Aleksander Ceferin (ist)

Nyon, HanTer - UEFA selaku federasi tertinggi sepakbola Eropa telah merilis jadwal pertandingan, khususnya leg kedua babak 16 besar Liga Champions yang sebelumnya sempat ditangguhkan akibat mulai masifnya penyebaran pandemi global virus corona alias Covid-19. 

Memang, pada fase tersebut empat pertandingan telah rampung digelar, diantaranya laga antara Borussia Dortmund vs PSG, Atletico Madrid vs Liverpool, Atalanta vs Valencia dan Tottenham Hotspur vs RB Leipzig. Sedangkan empat lainnya mengalami penundaan.

Keempat laga yang mengalami penundaan, khususnya memasuki leg kedua ialah pertandingan antara Bayern Munchen vs Chelsea, Barcelona vs Napoli, Manchester City vs Real Madrid dan Juventus vs Olympique Lyon. UEFA pun merilis bahwa laga tunda leg kedua babak 16 besar akan dilanjutkan pada 7 dan 8 Agustus mendatang.

Manchester City akan kembali beraksi pada 7 Agustus untuk menyelesaikan pertandingan mereka dengan Real Madrid, sementara Chelsea akan bermain sehari kemudian di Bayern Munich, lima bulan setelah pertandingan pertama dilalui. 

Setelah itu, laga akan berlanjut ke babak perempatfinal atau delapan besar. Dimana pertandingan akan tetap digelar dalam dua pertemuan, yakni kandang dan tandang pada 11 dan 15 Agustus 2020. Berikutnya tim pemenang akan berhak melaju ke semifinal yang bergulir juga dalam dua pertemuan yakni pada 18 dan 22 Agustus.

Kemudian tim pemenang dari babak semifinal akan baku hantam di partai puncak yakni final Liga Champions yang rencananya tetap bergulir di Ataturk Stadium, Istanbul, Turki pada 29 Agustus 2020. Aleksander Ceferin selaku Presiden UEFA telah menyampaikan rancangan tersebut kepada klub peserta.

Menurut dia kesemua pihak, khususnya pemangku kepentingan di sepakbola negara-negara Eropa telah setuju dengan dilanjutkannya berbagai agenda meski dalam bayangan ditengah pandemi Covid-19. Adapun nantinya kesemua laga berlangsung secara tertutup.

"Pada dasarnya saya adalah seorang yang optimis, saya percaya ada opsi yang dapat memungkinkan kami untuk memulai turnamen dan menyelesaikannya. Kami mungkin harus bermain tanpa penonton, tapi saya pikir yang paling penting adalah bermain. Dalam masa-masa sulit seperti itu akan membawa kebahagiaan orang dan rasa normal bahkan jika pertandingan akan ditayangkan di TV," kata dia, kemarin.