KLUB KASTA EMPAT DESAK BATALKAN MUSIM

Masa Depan Liga Inggris Panas Lagi

Eka
Masa Depan Liga Inggris Panas Lagi
Ilustrasi (ist)

London, HanTer - Sebanyak 24 klub yang berpartisipasi di League Two atau kasta keempat Liga Inggris setelah Premier League, Championship dan League One itu mengancam untuk enggan menyelesaikan kompetisi musim ini. Itu tak lepas dari krisis finansial yang menghimpit mereka.

Dilansir laman Daily Mail, Senin (20/4/2020) kemarin, 24 klub saat ini berada di ambang kehancuran, khususnya terkait masalah finansial akibat dari dampak pandemi global virus corona alias Covid-19. Dimana hal itu disebabkan karena mereka tidak ada pemasukan terhadap neraca keuangan, salah satunya dari penjualan tiket.

Tentu saja ancaman dan desakan dari kontestan League Two atau kompetisi kasta keempat Liga Inggris untuk tidak mau melanjutkan kompetisi alias membatalkan musim ini, hal itu akan berdampak kepada kompetisi berjenjang yang ada di bawah serta atasnya, termasuk Premier League yang menjadi kasta tertinggi.

Wacana untuk membatalkan untuk melanjutkan kompetisi di musim ini tak lepas setelah sejumlah pemilik klub League Two takut tidak dapat memiliki dana untuk melanjutkan musim setelah keputusan dibuat atau aturan lockdown dari pemerintah Inggris telah dicabut. 

Klub masih harus membayar upah dan ada peluang besar bahwa permainan dapat dimainkan secara tertutup, artinya tidak ada uang dari penjualan tiket. Ratusan pemain di liga memiliki kesepakatan jangka pendek yang melihat kontrak mereka menurun pada 30 Juni, masalah keuangan besar lainnya untuk 24 tim. 

"Kerugian terus bertambah. Rick Parry (ketua Premier League -red) telah menyusun rencana darurat untuk menyelesaikan kompetisi musim ini, namun itu di luar perkiraan. Sejak itu semakin banyak yang mulai berbicara untuk mengakhirinya," kata seorang petinggi klub yang dirahasiakan identitasnya.

"Jika kepala klub League Two memilih untuk mengakhiri musim sekarang, ada kekhawatiran Liga Premier bisa mengikutinya," sambung petinggi klub tersebut. 

Ditempat terpisah, pemain Crystal Palace, Andros Townsend bersikap untuk mengikuti arus. Namun dalam hati kecilnya, sangat tidak relevan untuk menggelar pertandingan ditengah pandemi Covid-19. Dan ia pun mendukung liga di lanjutkan, dengan catatan ada garansi keamanan terhindar dari serangan virus tersebut.

"Saat ini Liga Premier dan sepak bola tidak relevan, satu-satunya hal yang relevan saat ini adalah NHS menyelamatkan nyawa dan kami semua menyela dan mencoba melakukan apa yang kami bisa untuk membantu mereka sepanjang jalan," kata dia.

“Ketika saatnya tiba dan mereka akhirnya mengalahkan virus ini dan sepakbola menjadi relevan lagi. Kita harus siap dan kita perlu memberi orang-orang yang mengikuti sepakbola untuk memperbaiki diri mereka dan mudah-mudahan dengan melakukan itu, kita bisa menyelesaikan musim," pungkas Townsend.