ANTISIPASI EKSODUS PEMAIN BINTANG

Klub Inggris Wajib Susun Pakta Darurat

Eka
Klub Inggris Wajib Susun Pakta Darurat
Ilustrasi (ist)

London, HanTer - Sederet klub raksasa, khususnya di Liga Inggris terancan akan ditinggal para pemain bintangnya apabila mereka tidak mendapat upah sesuai dengan klausul yang telah ditetapkan. Ancaman itu tentu saja membuat kesebelasan para pemilik pemain bintang mulai merasa cemas.

Ya, pandemi global corona virus alias Covid-19 menghancurkan segala sektor di dunia. Di olahraga, klub-klub mulai diterpa masalah krisis finansial akibat tidak adanya perputaran uang dari pertandingan yang dijalankan. Hal itu membuat klub-klub terus menguras kasnya untuk menutupi sejumlah pengeluaran yang terus membesar.

Apalagi seorang sumber eksekutif yang dirahasiakan identitasnya telah mendengar ancaman itu dari para pemain bintang. Dimana para pemain memang mengancam akan hengkang apabila gaji mereka tidak dibayarkan secara utuh sesuai dengan klausul yang telah disepakati bersama.

"Kami mungkin berakhir dengan situasi di mana klub di seluruh liga akan melanggar kontrak dan di mana para pemain dapat mengatakan," Benar, saya akan pindah ke tempat lain kecuali Anda membayar saya," kata sumber seperti dilansir laman Daily Mail, Rabu (15/4/2020) kemarin

Menyikapi hal tersebut, pihaknya pun akan melakukan renegosiasi dengan para pemain bintang mereka, yakni menerbitkan sebuah pakta (perjanjian -red) darurat agar para pemain rela bertahan meskipun mengalami pemangkasan gaji akibat dari dampak pandemi global Covid-19.

Bukan hanya kepada pemain, perjanjian darurat itu juga akan memproteksi godaan dari klub kaya yang memang memanfaatkan keadaan ditengah krisis finansial. Bila pakta tersebut tersusun, maka tidak ada gangguan khusus baik dari sang bintang maupun klub yang meminatinya.

“Untuk mencoba menghentikan hal itu, sudah ada pembicaraan yang dapat melihat Divisi Championship dan pihak Liga Premier menandatangani secara efektif apa yang akan menjadi pakta di mana mereka mengatakan mereka tidak akan mengambil keuntungan dari krisis untuk mengambil pemain dari orang lain," sambung sumber.

Sebagaimana diketahui, rencana pemotongan gaji para pemain bintang Premier League masih sebatas wacana. Belum ada keputusan ketuk palu mengenai hal tersebut. Lain cerita dengan pemain di Divisi League One dan League Two yang beberapa pemain terpaksa harus potong gaji.

Pemain yang disarankan mendapat pemotongan gaji 25% adalah mereka yang berpenghasilan di atas 2.500 poundsterling (Rp1.971.208). Sementara, pemain yang mendapat bayaran di bawah itu tetap akan dibayar penuh.

"Proposal telah disepakati antara EFL dan PFA untuk klub-klub yang terlibat dalam negosiasi penangguhan dengan para pemain mereka bahwa gaji para pemain untuk April bisa dipotong 25% dengan batas-batas tertentu," demikian bunyi pernyataan resmi EFL.