Pakar Epidemiologi: Olahraga Kembali Normal Bila Vaksin Ditemukan

Eka
Pakar Epidemiologi: Olahraga Kembali Normal Bila Vaksin Ditemukan
Fans Liverpool (ilustrasi/ist)

Georgia, HanTer - Seorang pakar kesehatan yang ahli dibidang epidemiologi di Emory University, Atlanta, Georgia bernama Dr Zach Binney mengatakan bahwa dalam 18 bulan kedepan kegiatan olahraga profesional akan bergulir tanpa penonton. Itu tak lepas sebagai langkah antisipasi penyebaran kembali Covid-19.

Ia berpendapat bahwa tidak mungkin bagi penggemar untuk menghadiri acara olahraga sampai ada vaksin untuk coronavirus. Tentu saja itu bukanlah waktu yang singkat. Di sektor olahraga, khususnya sepakbola Liga Inggris, pernyataan itu membuat salah satu kompetisi favorit dunia, cemas.

Sebab sejumlah klub di Liga Premier dan EFL sampai saat ini telah menghadapi kesulitan keuangan yang parah sebagai akibat dari pendapatan matchday mereka yang telah hilang akibat ditangguhkannya kompetisi setelah pandemi global virus corona alias Covid-19 yang turut menghantam tanah Inggris.

"Hal yang perlu dipahami orang, secara epidemiologis, adalah bahwa setiap orang yang Anda tambahkan ke pertemuan menambah risiko," kata Binney kepada The Times .

“Lima orang lebih berbahaya dari dua, sepuluh lebih berbahaya dari lima, 500 lebih berbahaya dari sepuluh, 60.000 sangat, sangat berbahaya. Sekalipun Anda memiliki transmisi berbasis komunitas yang sangat rendah, hanya perlu beberapa orang di antara kerumunan 60.000 orang agar ada risiko terjadi sesuatu yang sangat signifikan."

“Sebagai seorang ilmuwan, saya benci mengatakan bahwa saya pernah 100 persen yakin tentang apa pun tetapi saya hampir 100 persen karena saya pernah bahwa kita tidak dapat kembali ke stadion dengan kapasitas penuh sampai kita memiliki vaksin, titik. Prediksi terbaik adalah sekitar 18 bulan, bisa sedikit lebih, bisa sedikit kurang," tegas dia.

Tentu saja bermain di depan stadion kosong selama satu tahun atau lebih akan menjadi bencana bagi sejumlah klub di Liga Premier dan EFL yang sangat bergantung pada penjualan tiket dan pendapatan pertandingan mereka.

Pakar Sky Sports, Gary Neville, percaya bahwa penurunan pendapatan akan membuat beberapa pemain dipaksa keluar dari permainan dan upah pemain turun secara signifikan. 

"Mengenai saran medis tentang sepakbola yang tidak dimainkan di stadion selama 12-18 bulan sampai vaksin ditemukan, itu akan menimbulkan konsekuensi yang mengerikan bagi klub di semua tingkatan," katanya di Sky Sports Football Show.

Dia menambahkan: "Para pemain di atas akan mendapatkan uang, yang lain akan turun satu tingkat. Tetapi 50 persen dari pemain di League One dan Two tidak memiliki kontrak dalam delapan minggu dan klub tidak memiliki uang untuk mendaur ulang mereka kembali ke sepakbola."

Sementara legenda Timnas sepakbola Inggris, Graeme Souness berada dalam suasana hati yang sama suramnya dengan keadaan permainan di sepakbola Inggris dan memperkirakan bahwa upah pemain akan turun secara signifikan jika tidak ada pendapatan dari penjualan tiket. 

"Kami melihat dua sisi dari faktor tersebut. Orang-orang top akan mendapatkan apa pun yang pasar akan bayar kepada mereka, ada sekelompok pemain tengah yang telah menerima upah konyol dan itu adalah area yang bisa Anda lihat koreksi. Lain dengan pemain di tingkat bawah. Ini akan penuh dengan kekecewaan," pungkasnya.