Pemain dan Pelatih Akan Disanksi Berat Bila Boikot Liga Inggris

Eka
Pemain dan Pelatih Akan Disanksi Berat Bila Boikot Liga Inggris
Para pemain Liverpool selangkah untuk meraih gelar juara Premier League musim ini (ist)

London, HanTer - Sampai saat ini kompetisi Premier League masih belum bisa diputuskan kapan kembali dimulai usai penangguha. Namun yang jelas, liga berjenjang kasta tertinggi di tanah Inggris akan tetap digulirkan sampai pekan ke-38.

Memang, kesuraman waktu pelaksanaan membuat sejumlah klub khawatir bahwa mereka akan kian mengalami kerugian, khususnya dari segi finansial. Makin lama masa penangguhan, kian banyak pula pengeluaran yang harus dikeluarkan setiap klub.

Namun meski begitu Premier League selaku operator Liga Inggris bertekad akan merampungkan hajat mereka. Berbagai antisipasi terus disusun, termasuk kemungkinan terburuk dengan adanya wacana boikot pertandingan lanjutan oleh beberapa kesebelasan.

Menyikapi hal tersebut, operator telah menyiapkan sanksi tegas dan berat apabila adanya aksi boikot. Salah satunya dengan memblacklist pelatih serta pemain di klub tersebut yang menolak liga dilanjutkan. Hukuman itu diantaranya dengan mencoret pemain atau bahkan pelatih untuk berkarir di Premier League.

Sanksi itu terbongkar setelah didapatkannya dokumen ihwal lanjutan liga. "Sudah jelas bahwa Liga Premier akan mencabut akses jika tidak mematuhi pedoman ini," demikian kalimat yang tertulis dalam surel elektronik yang beredar dari Sky Sports, seperti dilansir laman Daily Mail, Senin (13/4/2020) kemarin.

"Wawancara telah disepakati dengan alasan bahwa mereka adalah bagian dari kontrak sepakbola; akses dimaksudkan untuk menjadi menyenangkan dan santai. Klub sangat gugup menempatkan seseorang (untuk wawancara) saat ini sehingga kami harus tetap berpegang pada proses berikut," sambung kalimat dalam surel itu.

Keinginan operator untuk melanjutkan liga bukan tanpa alasan. Sebab belakangan ini mereka terus 'dikejar'oleh dua stasiun televisi setempat yang menjadi pemegang hak siar mengenai tayangan Premier League secara ekslusif, yakni Sky Sports dan BT Sports.

Sebagaimana diketahui, stasiun televisi tersebut dipastikan akan mengalami kerugian besar apabila kompetisi tidak dilanjutkan. Salah satunya Sky Sports yang digadangkan mengalami kerugian sebear 371poundsterling. Namun meskipun dalam kondisi merugi, pihak stasiun tv tersebut enggan meminta uang kembali sesuai regulasi yang ada.