KOMPETISI LIGA INGGRIS

Dukung Liga Dihentikan, Luke Shaw Undang Amarah Fans MU

Eka
Dukung Liga Dihentikan, Luke Shaw Undang Amarah Fans MU
Luke Shaw saat berduel dengan Mo Salah (ist)

Manchester, HanTer - Rivalitas Manchester United dan Liverpool memang telah terlahir lama. Meski bukan tim sekota, kedua kesebelasan kerap memunculkan tensi panas ketika berduel di atas lapangan hijau. Bahkan hal itu turut memancing emosi dari para pemain akibat fanatisme berlebih.

Namun tidak selamanya fanatisme besar dari para pemain mendapat dukungan. Salah satunya dialami Luke Shaw. Bek sayap Manchester United (MU) itu justru mendapat kecaman dari sejumlah suporter Setan Merah, julukan MU, setelah melontarkan kalimat kontroversial dengan mendukung penghentian kompetisi Premier League.

Memang, penghentian kompetisi Premier League akan membuat Liverpool selaku rival abadi Manchester United dipastikan gagal mengangkat trofi juara yang telah mereka impikan selama 30 tahun. Akan tetapi, dukungan penghentian liga juga membawa dampak negatif terhadap Setan Merah.

Dimana bila kompetisi resmi dihentikan akibat pandemi global virus corona yang tak kunjung usai, maka MU turut terkena dampak buruk. Tim asuhan pelatih Ole Gunnar Solskjaer dipastikan tidak akan bisa tampil ke Liga Champions musim depan. Pasalnya saat ini mereka masih bercokol di peringkat lima.

Posisi yang dihuni mereka saat ini hanyalah sebatas slot untuk tampil di turnamen kasta kedua milik UEFA, yakni Liga Europa. Sedangkan peringkat empat sebagai batas akhir ke Liga Champions masih diduduki Chelsea. Keduanya terpaut tiga angka. Chelsea 48 poin dan MU 45 poin.

Lain cerita bila kompetisi kembali di lanjutkan. Dengan menyisakan sembilan laga lagi, bukan tak mungkin skuad Solksjaer berpeluang besar menggusur Chelsea. Sebab belakangan (sebelum liga ditangguhkan -red), Setan Merah mulai memperlihatkan kekuatan mereka, khususnya ketika mendatangkan Bruno Fernandes pada awal Februari lalu.

Pemain bernomor punggung 23 itu menilai penghentian liga harus dilakukan. Menurutnya, menggelar pertandingan sepak bola di tengah wabah virus corona merupakan keputusan salah. "Hentikan dan mulai lagi (musim baru). Jika musim dihentikan, maka juara seharusnya tidak ada," kata dia dilansir Daily Mail, kemarin.

Begitu pun apabila liga tetap bergulir dengan tertutup alias tanpa penonton. Ia pribadi mengaku tak sejalan dengan keputusan itu karena pada dasarnya olahraga, khususnya sepakbola, digelar untuk menyajikan sebuah hiburan bagi para penggemar. "Saya kira olahraga untuk penggemar," pungkasnya.