BANYAK PEMAIN TERJANGKIT COVID-19

Serie-A akan Terapkan Skrining Berkala

Eka
Serie-A akan Terapkan Skrining Berkala
Paulo Dybala menjadi salah satu pemain yang positif Covid-19 (ist)

Roma, HanTer - Komite Olahraga Italia (CONI) akan melakukan langkah ketat untuk memastikan seluruh pemain yang merumput di Serie-A alias Liga Italia benar-benar dinyatakan negatif dari infeksi virus corona alias Covid-19.

Setidaknya akan ada beberapa tahap penyaringan atau skrining untuk memastikan bahwa tidak ada pemain yang terinfeksi. Hal itu dilakukan sebagai keyakinan bahwa rantai penyebaran Covid-19 yang menghantui para pemain Serie-A telah terputus sehingga kompetisi benar-benar aman untuk dilanjutkan.

Bukan hanya pemain Serie-A, skrining massal juga akan dilakukan CONI terhadap seluruh atletnya dari berbagai cabang olahraga (cabor) lain. Nantinya tahap skrining akan dilakukan secara bertahap sebelum memastikan apakah gelaran olahraga di negeri tersebut bisa dilanjutkan sesuai jadwal pada 20 Mei mendatang atau tidak.

Mereka yang di tes positif terkena virus corona perlu menjalani pemeriksaan kesehatan penuh sebelum diberi izin untuk melanjutkan aktivitas fisik," kata ketua tim dokter CONI, Profesor Antonio Spataro kepada Il Giornale seperti dilansir Football Italia, kemarin.

“Kita perlu memastikan apakah dan bagaimana virus itu berdampak pada fisik atlet. Ini adalah masalah pencegahan serta kesehatan saat ini dan kami hanya dapat menghilangkan keraguan tertentu dengan pengujian yang ketat."

“Masalah dengan Covid-19 adalah bahwa hal itu dapat mempengaruhi segala sesuatu mulai dari aktivitas jantung hingga fungsi pernapasan, karena keduanya saling melengkapi dan mendasar. Pemain membutuhkan spesialis dari kedokteran olahraga untuk menjalankan tes lengkap, skrining lengkap. Tes lebih lanjut hanya akan diperlukan untuk kasus-kasus anomali," terangnya.

Apalagi saat ini beberapa atlet khususnya pesepakbola yang berkarir di klub-klub Serie-A, telah meninggalkan Italia selama masa lockdown, dan mereka akan membutuhkan periode karantina setidaknya 14 hari setelah kembali ke negara itu.

“Bermain di balik pintu tertutup tidak cukup, seperti yang telah kita lihat, karena masih ada kontak antara pemain. Mengenai pelatihan, sudah terlalu lama sejak pertandingan terakhir, jadi akibatnya mereka harus memulai gaya latihan pra-musim lagi," ujarnya.

Berbicara ihwal lockdown, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengakui bahwa sampai saat ini pihaknya tidak bisa mengatakan kapan kebijakan itu akan berakhir. Tentu saja pernyataan tersebut membuat musim Serie-A semakin diragukan.

Lockdown di Italia baru-baru ini diperpanjang hingga 13 April, tetapi Conte masih gamang untuk menentukan tanggal kapan langkah-langkah itu akan dicabut. "Pesan paling penting untuk diberikan kepada warga kami adalah tinggal di rumah sebanyak mungkin," kata dia.

“Jika ada kebutuhan untuk pergi keluar, untuk bekerja atau berbelanja, orang harus menghormati aturan. Kami meminta orang-orang kami untuk berkorban besar. Saya sadar akan hal itu, tetapi ini adalah satu-satunya cara."

“Semakin kita menghormati aturan, semakin cepat kita keluar dari keadaan darurat ini. Semua bangsa di dunia sedang berjuang. Saat ini aku tidak bisa mengatakan kapan kuncian akan berakhir. Kami mengikuti arahan tim ilmiah, tetapi Italia adalah negara pertama yang menghadapi keadaan darurat," pungkasnya.