KONTROVERSI PEMANGKASAN GAJI

Rooney Wakili Pemain Kecam Kebijakan

Eka
Rooney Wakili Pemain Kecam Kebijakan
Wayne Rooney (ist)

London, HanTer - Sejumlah pemain yang berkarir di Liga Inggris mengaku masih cukup keberatan untuk menyetujui rencana pemangkasan gaji akibat dari dampak pandemi global virus corona alias Covid-19. Salah satu penolakan datang dari Wayne Rooney yang bermain di divisi Championship atau kasta kedua bersama Derby County.

Penolakan itu dikatakan Rooney yang ditujukan kepada Premier League serta pemerintah Inggris. Menurut dia, gaji adalah sebuah hak yang wajib didapatkan oleh para pemain. Maka mengenai persoalan krisis finansial yang terjadi di berbagai klub, sepenuhnya merupakan kebijakan manajemen.

Ia juga turut menyayangkan berbagai pernyataan yang seolah mengkambinghitamkan para pemain ketika mereka enggan menyetujui rencana pemotongan gaji. Kembali lagi, menurutnya hal itu merupakan sebuah kebijakan dari masing-masing klub dalam menyikapi kondisi keuangan mereka.

Rooney mengaku bahwa para pemain menjadi 'target empuk' dari sebuah alasan krisis yang 'katanya' menghantam sederet klub Inggris karena enggan satu suara untuk rela menjalani pemangkasan gaji dengan alasan untuk membantu penanggulangan Covid-19.

Sebaliknya, ia menuturkan, sejumlah pemain bintang, telah ambil bagian untuk menyumbang segelontor harta mereka untuk membantu memerangi virus corona di Inggris dengan dana pribadinya masing-masing tanpa ada ikut campur dari klub. Menurut Rooney, hal itu jauh lebih ampuh ketimbang melalui pemotongan upah 30 persen.

"Jika pemerintah mendekati saya untuk membantu mendukung kinerja tim medis secara finansial atau membeli ventilator, saya akan bangga melakukannya. Saya berada dalam posisi di mana saya bisa memberikan sesuatu. Tidak semua pemain sepakbola berada di posisi yang sama," kata Rooney dikutip The Times, kemarin.

"Namun tiba-tiba seluruh profesi telah ditempatkan di tempat dengan permintaan pemotongan gaji 30 persen di seluruh liga. Mengapa para pesepakbola tiba-tiba menjadi kambing hitam mengenai ini?."

"Bagaimana beberapa hari terakhir ini dimainkan adalah memalukan. Pertama Sekretaris Kesehatan, Matt Hancock, mengatakan bahwa para pemain Liga Premier harus menerima pemotongan gaji," cetusnya.

Ditempat terpisah, BBC Sport melaporkan rencana pemangkasan gaji para pemain, khususnya yang berkarir di Premier League, bukan semata sebagai langkah amal yang akan dilakukan klub, melainkan menutup kerugian penyelenggara apabila kompetisi terpaksa dihentikan.

Sebab terang BBC Sport, operator Liga Premier Inggris terancam denda sebesar 762 juta poundsterling (sekira Rp15,3 triliun) bila kompetisi musim 2019/20 ini tidak dilanjutkan. Denda tersebut akan berlaku bila pemilik hak siar menuntut pengembalian uang mereka karena sisa pertandingan yang tidak bisa ditayangkan.