Juara Olimpiade Rio 2016 Dilarang Ikut Olimpiade Tokyo 2021 Lantaran Doping

Hermansyah
Juara Olimpiade Rio 2016 Dilarang Ikut Olimpiade Tokyo 2021 Lantaran Doping
Atlet angkat besi Thailand, Sopita Tanasan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016, terkena kasus doping dan federasinya TAWA, termasuk dirinya dilarang mengikuti olimpiade Tokyo tahun depan.

Jakarta, HanTer - Para atlet angkat besi Thailand dan Malaysia dilarang ikut Olimpiade Tokyo terlepas dari perubahan tanggal, setelah federasi angkat besi dunia IWF, menemukan kasus doping di antara atlet kedua negara tersebut.

IWF melarang atlet kedua negara tersebut berpartisipasi dalam Olimpiade Tokyo, pun terjadi perubahan jadwal atas pesta olahraga akbar empat tahunan itu, demikian dilansir laman resmi IWF, akhir pekan lalu.

IWF juga menjatuhkan denda senilai 200 ribu dolar AS kepada federasi angkat besi Thailand, TAWA, yang sebelumnya secara sukarela juga sudah absen dari berbagai ajang internasional termasuk Olimpiade Tokyo karena temuan doping tersebut.

"Menyusul dengar pendapat dan pertimbangan cermat atas bukti yang relevan, Panel Sanksi Federasi Anggota Independen (IMFSP) telah menjatuhkan sanksi disipliner pada Asosiasi Amatir Angkat Besi Thailand dan Federasi Angkat Besi Malaysia," demikian bunyi amar keputusan dari IWF.

"IMFSP, yang disetujui oleh Dewan Eksekutif IWF pada November 2018, memiliki wewenang tunggal untuk menjatuhkan sanksi pada Federasi Anggota, sejalan dengan Pasal 12 Kebijakan Anti-Doping IWF. Kebijakan tersebut telah disetujui oleh Dewan Eksekutif IWF pada November 2017, untuk memastikan independensi dan transparansi yang lebih besar," tambahnya.

Kendati demikian, TAWA dan federasi angkat besi Malaysia MWF masih diberi kesempatan untuk mengajukan gugatan banding atas hukuman tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dalam waktu 21 hari ke depan.

Delapan lifter Thailand termasuk dua juara bertahan Olimpiade ditemukan positif menggunakan zat terlarang pada Kejuaraan Dunia tahun lalu. Di antara delapan atlet yang menghadapi larangan adalah Sopita Tanasan dan Sukanya Srisurat, yang memenangkan dua medali emas angkat besi Thailand di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Hukuman IWF terhadap Thailand berlaku selama tiga tahun dan akan ditinjau ulang pada 7 Maret 2022 jika TAWA bisa memperlihatkan perubahan menyesuaikan regulasi.

Sedangkan bagi Malaysia, hukuman larangan tampil berlaku selama satu tahun dan akan ditinjau ulang pada 1 Oktober 2020.

Sebelumnya, seluruh pimpinan TAWA mengundurkan diri kurang dari sebulan setelah dugaan penyalahgunaan doping terhadap lifter usia junior yang muncul dalam serial dokumenter di televisi Jerman.

"IWF memiliki kebijakan tanpa toleransi pada doping dan sepenuhnya mendukung tindakan disipliner yang diambil untuk memastikan tingkat lapangan bermain untuk semua atlet. Namun, IWF tetap berkomitmen untuk bekerja dengan semua Federasi Anggota untuk menyediakan pendidikan anti-doping yang komprehensif yang mempromosikan perubahan sikap dan budaya," akhir dari pernyataan IWF.

Puluhan atlet angkat besi yang berkompetisi di tiga Olimpiade terakhir kemudian dinyatakan positif. Rusia dan Cina termasuk di antara sembilan negara yang dilarang mengikuti kompetisi internasional selama satu tahun pada tahun 2017 setelah terlibat kasus doping.

Rusia dan Bulgaria juga melewatkan Olimpiade 2016 karena doping dan negara-negara dengan masalah narkoba besar akan memiliki lebih sedikit tempat kualifikasi untuk pertandingan tahun depan di Tokyo.