Gaji Pebalap F1 Turut Terimbas Pandemi Covid-19

Eka
Gaji Pebalap F1 Turut Terimbas Pandemi Covid-19
Sebastian Vettel (ist)

Paris, HanTer - Bukan hanya sepakbola, pandemi global virus corona juga turut menghancurkan ekonomi di cabang olahraga lain. Salah satunya Formula 1. Sejumlah tim atau konstruktor yang berpartisipasi dalam adu balap tercepat roda empat sejagat itu rencananya akan melakukan pemangkasan gaji pebalapnya.

Bukan hanya tim 'ecek-ecek'. Dua konstruktor besar yang kualitas dan pabrikannya cukup terkenal megah, yakni Mercedes dan Ferrari juga berencana menempuh langkah untuk memangkas gaji para pebalapnya. Di kubu Mercedes, pemangkasan gaji akan dirasakan Lewis Hamilton dkk.

Senada dengan Ferrari. Pebalap andalan mereka, Sebastian Vettel juga terancam mendapat pemotongan upah musim ini untuk membantu meringankan krisis finansial yang mulai menghantam pabrikan asal Italia itu. Dimana kedua pebalap itu saat ini merupakan pemegang upah tertinggi dibanding yang lain.

Hamilton dibayar 40 juta poundsterling oleh Mercedes dan Vettel 35 juta poundsterling di Scuderia Ferrari per tahunnya. Biaya tersebut disebut kian memberatkan beban tim yang minim pemasukan akibat F1 2020 belum juga terselenggara. Wabah Covid-19 sejauh ini sudah membuat delapan seri balapan ditunda dan dijadwalkan ulang.

Dilansir laman Express, jika gaji Hamilton dan Vettel dipangkas 5 persen, setidaknya akan cukup meringankan beban tim mereka masing-masing. Ferrari setidaknya akan menghemat 1,75 juta poundsterling dan Mercedes 2 juta poundsterling.

McLaren Inspirator
McLaren Jadi tim Formula 1 pertama yang bertindak untuk menyelamatkan keuangan mereka di tengah pandemi virus corona. Gaji dua pebalap mereka, Carlos Sainz dan Lando Norris, serta tim manajemen telah dipotong. Sementara, beberapa staff lain dirumahkan melalui skema bantuan keuangan dari Pemerintah Inggris. 

Inggris memberikan skema berupa bantuan pembayaran gaji sebesar 80 persen dengan batas gaji tertinggi 2500 pound per bulan bagi para pekerja yang bisnis mereka bernaung terpengaruh oleh Covid-19. Selama masa ini, para penerima bantuan tak boleh melakukan pekerjaan dalam bentuk apapun. 

Pabrikan asal Inggris ini mengumumkan manuver tersebut sebagai bagian dari usaha mereka mengurangi pengeluaran di tengah kompetisi yang lagi berhenti. "Langkah ini adalah cara kami melindungi pekerjaan di jangka pendek dan memastikan para pegawai dapat kembali bekerja full time ketika ekonomi pulih kembali," tutur pernyataan resmi McLaren.

McLaren mempekerjakan lebih dari 3.700 pegawai dengan 850 dari mereka merupakan anggota tim Formula 1. Kendati demikian, sekitar 100-150 staff yang tergabung dalam proyek membuat ventilator untuk proyek "VentilatorChallengeUK" tidaklah terpengaruh. 

Konstruktor tersebut tergabung ke dalam konsorsium yang tergabung dari tim-tim Formula 1, perusahaan-perusahaan di industri penerbangan, dan industri teknik lainnya yang bergabung untuk membuat ventilator yang diperlukan oleh para pasien Covid-19. Inggris telah memesan 10.000 alat pemberi oksigen tersebut.