BURSA TRANSFER PEMAIN

Chelsea Jalin Negosiasi Demi Coutinho dan Umtiti

Eka
Chelsea Jalin Negosiasi Demi Coutinho dan Umtiti
Philippe Coutinho (ist)

London, HanTer - Penangguhan kompetisi tak membuat Chelsea berdiam diri. Sebaliknya, mereka terus bergegas untuk mendatangkan sejumlah pemain anyar untuk memperkuat tim asuhan Frank Lampard musim depan. Diantaranya dengan membidik dua pemain Barcelona, Philippe Coutinho dan Samuel Umtiti.

Dilansir Football Espana, kemarin, Chelsea sudah memulai negosiasi untuk merekrut playmaker Barcelona Philippe Coutinho. Perwakilan Chelsea telah menghubungi agen pemain mengenai transfer tahun ini dan The Blues berharap mampu menjadi penyelamat karir dan masa depan pemain Brasil itu.

Bayern Munchen - tempat Coutinho saat ini dipinjamkan - memiliki opsi untuk membeli pemain internasional Brasil tersebut dengan harga 120 juta euro pada akhir musim, tetapi banyak laporan menunjukkan ini tidak akan dilaksanakan.

Barcelona dikatakan tertarik untuk menjual mantan bintang Liverpool tahun ini untuk mengumpulkan dana vital, sementara pemain dikatakan memiliki sedikit minat untuk kembali ke Inter atau bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG). Ia lebih tertarik kembali ke Inggris.

Sebelumnya, Tottenham Hotspur, Manchester United, Arsenal dan bahkan Leicester City semuanya dikatakan tertarik untuk Coutinho, tetapi Chelsea lebih unggul dari para pesaingnya itu. Hubungan yang baik antara pemegang Liga Eropa dan perwakilan Coutinho, Kia Joorabchian, dikatakan sebagai kunci.

Selain Coutinho, Chelsea juga dikabarkan berminat untuk mendatangkan Samuel Umtiti dari klub yang sama, Barcelona. Namun mereka harus kembali bersaing dengan rivalnya di London, Arsenal. Dimana tim asuhan Mikel Arteta juga tertarik mendatangkannya. 

Umtiti memiliki kontrak dengan Barça hingga 2023 dengan klausa pelepasan sebesar 500 juta euro - meskipun kemungkinan klub akan menegosiasikan penjualan jauh di bawah penilaian itu. 

Raksasa Catalan menandatangani pemain dari Olympique Lyonnais pada 2016 seharga 25 juta euro dan mereka melihat Liga Premier sebagai tujuan yang ideal untuk menjual bek tengah demi memperbaiki neraca keuangan akibat dampak pandemi global virus corona.