WACANA PENGHENTIAN KOMPETISI

UEFA Beri Ultimatum ke Liga Skotlandia

Eka
UEFA Beri Ultimatum ke Liga Skotlandia
Para suporter Celtic terancam tak bisa menyaksikan tim kesayangan mereka bermain di Liga Champions musim depan (ilustrasi/ist)

Glasgow, HanTer - UEFA selaku induk tertinggi sepakbola Eropa akan memberikan sanksi tegas kepada para anggotanya yang notabene federasi olahraga si kulit bundar dari negara-negara di benua biru. Salah satu ancaman datang dari Skotlandia. 

Itu tak lepas setelah Federasi Sepakbola Skotlandia (SPFL) membuka wacana bahwa mereka tidak akan melanjutkan kompetisi domestik akibat pandemi global virus corona alias Covid-19 yang belum tahu kapan 'ekspansi penyebarannya' berakhir, khususnya di Skotlandia. 

Belum jelasnya waktu membuat SPFL berencana untuk menghentikan kompetisi domestik dan menyerahkan trofi juara kepada Celtic selaku pemuncak sementara tangga klasemen. Saat ini Celtic bercokol di papan atas dengan mengemas 80 poin dari 30 laga yang telah dilalui.

Mereka unggul 13 angka dari Glasgow Rangers yang bercokol di peringkat dua. Melihat jarak yang terlampau jauh, SPFL pun berencana untuk menghentikan liga dan memastikan Celtic keluar sebagai juara musim ini. Akan tetapi, hal tersebut mendapat pertentangan keras dari UEFA.

Salah satu ancaman yang akan di jatuhkan UEFA kepada SPFL ialah dengan melarang Celtic selaku penyandang juara untuk berpartisipasi ke Liga Champions musim depan. Imbauan tersebut telah dituliskan Aleksander Ceferin melalui surat yang telah disebarkannya ke seluruh anggota federasi negara.

"UEFA berhak apakah klub akan diterima dalam kompetisi UEFA (Liga Champions dan Liga Europa -red) 2020-21 atau tidak, sesuai dengan peraturan kompetisi yang berlaku yang relevan," tulis Ceferin dalam suratnya kepada seluruh Presiden federasi sepakbola negara-negara di Eropa yang masuk dalam keanggotannya, kemarin.

Seperti dilansir laman Daily Mail, kemarin, SPFL mempertimbangkan rencana untuk mendeklarasikan Celtic sebagai juara Premiership alias Liga Skotlandia musim ini berdasarkan posisi terakhir di klasemen. Langkah itu ditempuh menyusul saat ini SPFL pesimis liga dilanjutkan akibat krisis finansial yang menghantam klub-klub.

Bila penyetopan liga dilakukan SPFL, maka Skotlandia akan menjadi negara kedua di Eropa yang menghentikan kompetisi berjenjang mereka. Sebelumnya langkah tersebut telah dilakukan RBFA selaku federasi sepakbola Belgia dan menobatkan Club Bruge sebagai juara 'prematur'.

Ya, Liga Belgia menjadi kompetisi profesional pertama di Eropa yang diakhiri secara prematur. Hal ini terpaksa dilakukan untuk menyetop mata rantai penularan virus Corona di Belgia. Keputusan ini diambil setelah dewan direksi liga menggelar pertemuan melalui sambungan telepon pada Kamis, 2 April 2020.

Dari pertemuan tersebut dihasilkan keputusan bahwa liga tidak akan diteruskan. Pertemuan ini juga memutuskan Club Brugge keluar sebagai juara Liga Belgia dengan unggul 15 poin dari peringkat kedua. Sejatinya liga tersebut masih menyisakan 1 pertandingan lagi sebelum memasuki babak play-off.

Babak play-off ini akan melibatkan 6 klub teratas di klasemen untuk bertarung menjadi juara. Selanjutnya peringkat kedua, Gent akan mengamankan posisi kedua dan juga jatah bermain di Liga Champions musim depan.