PEMBAHASAN DUA HAL DARURAT

Liga Inggris Tak Targetkan Masa Tunda

Eka
Liga Inggris Tak Targetkan Masa Tunda
Ilustrasi (ist)

London, HanTer - Federasi sepakbola Inggris (FA), Premier League selaku kasta tertinggi kompetisi di negara tersebut serta perwakilan dari klub dan asosiasi pemain profesional sepakat mengenai pembahasan dua hal darurat yang tengah mengguncang mereka ditengah pandemi global virus corona alias Covid-19.

Pertama mengenai masa depan kompetisi Premier League apakah akan tetap dilanjutkan atau tidak. Mereka sepakat bahwa liga akan tetap digulirkan sampai selesai. Meski begitu, masifnya penyebaran Covid di Negeri Ratu Elizabeth membuat FA lebih fleksibel mengenai start lanjutan.

Sebelumnya, kompetisi diagendakan akan berlanjut pada Mei mendatang, namun masifnya pandemi Covid-19 membuat mereka lebih fleksibel untuk menyelesaikan musim. "Musim 2019/20 hanya akan dilanjutkan ketika keadaan sudah aman dan patut untuk menggelar kompetisi lagi," demikian pengumuman laman resmi Premier League, kemarin.

"Mengenai tanggal dimulainya kembali musim 2019/20 saat ini masih ditinjau oleh seluruh pemangku kepentingan, mengingat dampak pandemi COVID-19 terus berkembang dan kami terus bekerja sama melewati masa-masa penuh tantangan ini," sambung pernyataan tersebut.

Gaji Dipotong
Selain itu, Premier League juga membuahkan satu aspek penting perihal pemotongan gaji dari para pemain elit yang mentas di kasta tertinggi. Kesemua pihak sepakat terhadap pemangkasan. Namun pemotongan bukan upah mingguan, melainkan tahunan dengan kisaran hingga 30 persen.

Hal itu ditempuh untuk menjamin pendapatan bagi para pekerja klub yang terdampak pandemi virus corona. "Klub-klub Liga Premier sepakat sepenuhnya untuk berbicara ke pemain mereka terkait kombinasi pengurangan kondisional dan pengalihan pendapatan tahunan mereka hingga 30 persen," jelas pernyataan tersebut.

Akan tetapi, rencana itu belum difinalisasi dan masih bisa berubah sesuai dengan perkembangan situasi. Pihak Premier League masih akan berkonsultasi dengan serikat pemain PFA dan serikat manajer LMA dalam pertemuan bersama yang melibatkan pihak-pihak tersebut dengan perwakilan klub.

Seperti diketahui, klub-klub Premier League belakangan didesak oleh pemerintah Inggris untuk mengurangi gaji para pemain mereka lantaran pandemi virus corona menimbulkan kesulitan ekonomi. Pihak Parlemen bahkan mengusulkan agar tarif pajak mereka dinaikkan apabila tidak mau mengurangi gaji pemain.

Pemain Norwich City sebelumnya menyatakan bersedia dipotong gajinya supaya jajaran pekerja klub itu bisa tetap mendapat pendapatan penuh. Namun, sejumlah klub seperti Tottenham Hotspur dan Newcastle United malah mengurangi gaji pekerjanya bahkan merumahkan mereka ketimbang memotong sebagian dari bayaran pemain yang jumlah sangat besar.