Dampak Covid-19, FIA Segera Susun Kalender Baru Formula 1

Eka
Dampak Covid-19, FIA Segera Susun Kalender Baru Formula 1
Ilustrasi (ist)

Geneva, HanTer - Federasi Otomotif Internasional (FIA) sepakat untuk melakukan perevisian dengan mengubah beberapa regulasi yang dimiliki sebagai pedoman adu balap Formula 1. Salah satunya dengan merampingkan dan menyusun ulang kalender balap musim ini.

Hal tersebut diputuskan setelah FIA melakukan voting electronic (e-voting) bersama Dewan Motor Sport Dunia (WMSC), Selasa (31/3/2020) kemarin. Ada beberapa poin penting yang akan di revisi, salah satunya kalender Formula 1 musim ini secara bulat, alias tanpa campur suara dari konstruktor yang berpartisipasi.

Melalui laman resminya, FIA merinci sejumlah poin penting dari perubahan peraturan itu yaitu pertama, induk olah raga balap mobil dunia itu kini bisa melakukan perubahan artikel dengan sedikitnya 60 persen dukungan tim ketimbang kebulatan suara.

FIA dan F1 juga bisa mengganti kalender musim tanpa mengambil suara dari para tim kompetitor (menghapus artikel 5.5). Hal itu bertujuan untuk merampingkan proses perombakan kalender ketika situasinya memungkinkan untuk menggelar balapan kembali.

Kemudian akan diberlakukannya libur selama tiga pekan, ketika Maret dan atau April, untuk pabrikan power unit. Jumlah elemen power unit bagi setiap pebalap boleh berubah jika jumlah balapan berkurang.

FIA juga melarang pengembangan aerodinamika untuk musim 2020, di mana akan menampilkan generasi mobil yang baru, terhitung sejak 28 Maret hinga akhir 2020. Tim kompetitor juga diperbolehkan menggelar tes selama satu hari dalam periode 48 jam dari balapan terakhir di kalender untuk pebalap muda.

Mereka diperbolehkan menggunakan dua mobil untuk tes tersebut, namun masih sebagai opsi. Akan ada tindakan lainnya termasuk homologasi kabin pebalap atau survival cell dari tahun 2020 dan komponen-komponen lainnya. Selain itu sistem kemudi poros ganda milik Mercedes akan dilarang digunakan tahun depan.

Berbicara tentang penundaan aturan untuk menerapkan teknologi baru, sejumlah konstruktor pun sepakat. Salah satunya dikatakan Red Bull Racing. Bahkan ia yakin penundaan itu akan memakan waktu lebih lama, setidaknya penerapan teknologi baru bisa di realisasikan pada 2023.

"Kami sedang berbicara tentang mendorong kembali satu tahun lagi peraturan baru, karena dalam pikiran saya akan benar-benar tidak bertanggung jawab untuk memiliki beban biaya pengembangan pada tahun 2021," kata ketua tim Red Bull Racing, Christian Horner di kutip BBC Sport, kemarin.

"Tampaknya ada kesepakatan yang masuk akal, tetapi perlu diratifikasi oleh FIA untuk mendorong kembali biaya pengembangan ke tahun 2022 untuk diperkenalkan di musim '23. Yang paling penting yang kita butuhkan sekarang adalah stabilitas. Karena satu hal yang kita tahu adalah bahwa setiap kali Anda memperkenalkan perubahan, Anda membutuhkan biaya besar," terangnya. 

#Fia   #kalender   #regulasi   #formula1   #2020   #2021   #revisi