Badan Anti-Doping Rusia Hentikan Pengujian Di Tengah Wabah Coronavirus

Hermansyah
Badan Anti-Doping Rusia Hentikan Pengujian Di Tengah Wabah Coronavirus
RUSADA, Badan anti-doping Rusia 

Moskow, HanTer - Badan anti-doping Rusia RUSADA mengatakan bahwa sementara ini menghentikan semua pengujian sebagai tanggapan terhadap langkah-langkah pemerintah yang bertujuan untuk mengekang penyebaran virus corona.

Rusia telah melaporkan 1.036 kasus virus dan telah meningkatkan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, termasuk menyatakan jika minggu depan sebagai minggu tidak bekerja dan memerintahkan penutupan semua kafe, restoran dan toko di Moskow, selain pelayanan vital, seperti makanan dan obat.

Dalam sebuah video yang diposting pada hari Sabtu waktu setempat di situs webnya, direktur RUSADA Yuri Ganus mengatakan badan tersebut melanjutkan pekerjaannya selama wabah koronavirus, tetapi menunda pengujian untuk mematuhi langkah-langkah pemerintah.

"Kami tentu saja mengikuti rezim yang telah dibentuk oleh kepemimpinan Rusia dan saat ini kami telah menangguhkan pengujian," kata Ganus, menambahkan bahwa badan tersebut akan mengumumkan dimulainya kembali pengujian di kemudian hari.

Margarita Pakhnotskaya, wakil direktur RUSADA, mengatakan kepada Reuters bahwa penangguhan pengujian akan tetap dilakukan setidaknya sampai 6 April mendatang.

Sebelumnya, RUSADA ditangguhkan pada 2015 setelah Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menemukan bukti doping massal dalam atletik Rusia.

Badan itu secara kondisional dipulihkan pada September 2018, tetapi dinyatakan tidak patuh akhir tahun lalu, setelah WADA mendapati Moskow telah memberikan data laboratorium yang telah diolah.

Rusia sedang dalam proses mengajukan banding larangan empat tahun pada atletnya untuk bersaing di acara olahraga internasional besar di bawah bendera mereka sebagai hukuman atas perubahan data laboratorium.