Kemenpora Rilis Perubahan Protokol Kewaspadaan Pencegahan COVID-19 Bagi Kegiatan Keolahragaan

Hermansyah
Kemenpora Rilis Perubahan Protokol Kewaspadaan Pencegahan COVID-19 Bagi Kegiatan Keolahragaan
Kantor Kemenpora

Jakarta, HanTer - Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora) merilis perubahan protokol kewaspadaan pencegahan COVID-19 bagi kegiatan keolahragaan yang ditujukan kepada seluruh badan olahraga di seluruh Indonesia.

Sebelumnya dengan nomor surat S.3.17.4/SET/III/2020, kementerian itu pada tanggal 17 Maret 2020 lalu telah mengirim surat kepada seluruh badan olahraga di seluruh Indonesia, terkait protokol kewaspadaan pencegahan wabah Covid-19 bagi kegiatan keolahragaan tersebut.

Gatot S. Dewa Broto, selaku Sekretaris Kemenpora, mengatakan bahwa atas pertimbangan makin merebaknya wabah COVID-19 diseluruh Indonesia, maka dianggap perlu pihaknya menyampaikan perubahan atas protokol tersebut.

"Kami meminta dengan sangat kepada seluruh pemangku kepentingan bidang keolahragaan, terhitung tanggal 27 maret 2020, untuk lebih meningkatkan kewaspadaan bagi kepentingan kita bersama," tulis Gatot dalam suratnya yang dikirim kepada awak media, pada Sabtu (28/3/2020). 

Sejumlah poin arahan yang dikeluarkan Kemenpora bagi pegiat olahraga nasional di antaranya adalah aturan larangan melakukan perjalanan ke negara yang telah atau berpotensi terpapar virus corona untuk kegiatan pelatihan, uji coba dan sebagainya.

Pegiat olahraga juga diminta tidak berkumpul untuk sementara waktu dan disarankan menggunakan pranata "video conference" untuk melakukan rapat atau koordinasi sebagai media interaksi pertemuan.

Pimpinan lembaga olahraga seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olimpiade Indonesia (NOC), Komite Paralimpiade Indonesia (NPC), Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), PP atau PB cabang olahraga, diminta melakukan pengecekan kesehatan bagi pengurus, pelatih, dan atletnya untuk memastikan tidak ada anggota yang terpapar COVID-19.

Poin ketentuan tersebut mengacu pada keputusan Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta maklumat Kapolri tentang kepatuhan kebijakan dalam penanganan virus corona.

Selain itu protokol Kemenpora mengatur pelaksanaan kompetisi dan kejuaraan nasional atau daerah. Untuk sementara berbagai bentuk kompetisi dan kejuaraan dilarang untuk digelar, sedangkan untuk kelangsungan kompetisi akan menunggu rekomendasi dari Kemenkes RI atau BNPB guna mengetahui tingkat ancaman penyebaran COVID-19.

Kemenpora juga mengimbau agar dilakukan peninjauan ulang dan pembatasan ketat dalam pelaksanaan pelatnas atau pelatda. Penundaan pelatnas dan pelatda juga dimungkinkan.