PECAHKAN REKOR TRANSFER KLUB

Jadon Sancho Selangkah ke Old Trafford

Eka
Jadon Sancho Selangkah ke Old Trafford
Jadon Sancho (ist)

Manchester, HanTer - Bintang muda Borussia Dortmund, Jadon Sancho dikabarkan tinggal satu langkah lagi bergabung bersama Manchester United pada jendela transfer musim depan. Itu tak lepas setelah klub berjuluk Setan Merah berani menebus mahar besar seharga 120 juta poundsterling atau setara Rp2,3 triliun.

Angka tersebut membuat Manchester United kini berada di garis terdepan untuk mengamankan pemain masa depan berpaspor Inggris itu. Sebelumnya, Sancho telah mendapat godaan dari beberapa klub raksasa Inggris yang notabene para pesaing Setan Merah, seperti Chelsea dan Manchester City.

Sang pemain juga di lirik klub raksasa Eropa lainnya sekelas Real Madrid dan Barcelona. Akan tetapi tawaran besar yang diajukan Manchester United seolah membuat para pesaing yang telah mendekati mulai undur diri. Tak ayal, kini sang pemain tinggal selangkah untuk melanjutkan karir besarnya di Old Trafford.

Ya, kubu Manchester United tampaknya percaya diri untuk mengontrak bocah ajaib yang baru menginjak usia 20 tahun pada 25 Maret 2020 ini. Dilansir laman Mirror, kemarin, Setan Merah telah bersedia merogoh kocek besar senilai Rp2,3 triliun. Angka itu akan memecahkan rekor pembelian klub yang saat ini digenggam Paul Pogba.

Manchester United didukung tekad kuat pelatih Ole Gunnar Solskjaer dan Wakil Ketua klub Ed Woodward untuk menyelesaikan negosiasi dengan Dortmund.
"Ia memenuhi semua kriteria yang diperlukan tim dan ia merupakan pemain yang sempurna dibawah Solskjaer," kata Ed Woodward.

Die Borussen, julukan Dortmund, sebenarnya berharap untuk mempertahankan Sancho selama satu tahun lagi. Akan tetapi, CEO Dortmund, Hans-Joachim Watzke, mengaku akan membahas kepindahan Sancho jika pemain sayap itu menginginkannya.

Seperti di ketahui, Solskjaer berencana untuk melakukan perombakan besar-besaran terhadap skuadnya musim depan. Pelatih berpaspor Norwegia itu lebih mengedepankan agar kesebelasannya di perkuat sejumlah pemain muda berkualitas. Tentu saja, filosofi tersebut seirama dengan apa yang pernah diterapkan Sir Alex Ferguson.

Dengan kata lain, rancangan untuk membangun pondasi dari usia muda, secara tak langsung menghapus jejak Jose Mourinho sebagai pendahulunya. Dimana The Special One, julukan Mourinho, merupakan pelatih yang mempunyai spesialisasi menghamburkan uang dengan belanja pemain bintang secara jor-joran.

Di masa era Ferguson, sang pelatih memang lebih mengedepankan pembinaan usia dini melalui akademi yang dimiliki Manchester United. Hal tersebut terbilang ampuh untuk mempertahankan sebuah kejayaan dalam jangka panjang dibanding melakukan hal instan dengan belanja pemain bintang.

Itu dibuktikan Ferguson ketika dirinya sukses mengorbitkan beberapa pemain dari produk binaan akademi Setan Merah serta pemain yang di rekrut semasa usia muda, seperti David Beckham, Cristiano Ronaldo, Roy Keane, John Oshea, termasuk Ole Gunnar Solskjaer serta Roy Keane yang akhirnya menjadi legenda klub.