PANDEMI GLOBAL VIRUS CORONA

Krisis Finansial Bayangi Klub dan Pemain

Eka
Krisis Finansial Bayangi Klub dan Pemain
Para pemain Borussia Dortmund siap memangkas gaji untuk membantu meringankan karyawan klub tersebut (ist)

Birmingham, HanTer - Bukan hanya kesehatan dan nyawa yang terancam. Masifnya pandemi global penyebaran virus corona juga berdampak ke sektor ekonomi dan industri. Sejumlah klub, khususnya level menengah kebawah mengalami gejolak finansial.

Kondisi keuangan yang mulai labil sebelumnya telah menerpa salah satu klub liga Swiss, FC Sion. Dan kini krisis finansial merambah ke tanah Inggris. Salah satu klub yang berkiprah di kasta kedua setelah Premier League atau Championship, merasakan hal serupa.

Salah satu klub yang merasakan gejolak krisis keuangan ialah Birmingham City. Tim asuhan pelatih Josep Clotet Ruiz mulai dipusingkan krisis finansial akibat dampak dari pandemi global virus corona alias Covid-19. Dimana, penyebaran masif dari virus tersebut membuat laga di tunda.

Tertundanya laga, tak lain sebagai langkah untuk menjaga kesehatan sekaligus meminimalisir penyebaran Covid-19. Akan tetapi, itu berdampak dengan tidak adanya perputaran uang, khususnya dari penjualan tiket. Melihat kondisi itu, pihak klub pun memakai opsi pahit.

Opsi tersebut yaitu dengan memangkas gaji para pemainnya sebanyak 50 persen dari honor normal. Akan tetapi, gaji tersebut akan kembali normal apabila kompetisi dimulai lagi yang saat ini dihentikan sementara sampai paling cepat 30 April demi memerangi penyebaran virus corona.

Seperti dilansir Daily Telegraph, kemarin, pihak klub telah mengirimkan surel atau email kepada para agen untuk meminta agar mereka menyepakati "pengurangan jangka pendek upah demi membantu klub menjalankan kehidupan sehari-harinya dalam iklim seperti ini".

Krisis keuangan juga mulai menghantui kesebelasan lain, seperti Leeds United. Hal tersebut diakui Andrea Radrizzani selaku bos klub. Ia mengatakan krisis global akibat virus corona akan berpengaruh buruk secara luas kepada klubnya.

"Dengan sangat menyesal ini memang bencana (terhadap ekonomi dunia sepakbola -red). Klub seperti kami kehilangan 8-10 juta pound setiap tahun untuk tetap kompetitif, dan tak ada yang ingin mempertahankan usaha dengan kerugian seperti ini," kata dia.

Bukan hanya di Inggris. Setali tiga uang dirasakan salah satu raksasa Bundesliga alias Liga Jerman, Borussia Dortmund. Klub yang bermarkas di Signal Iduna Park mulai kewalahan mencari pemasukan untuk memenuhi kewajiban seluruh karyawan.

Beruntung, sederet pemain rela dipangkas gajinya untuk membayar uang saku seluruh karyawan Die Borussen, julukan Dortmund.
"Ini tanda solidaritas tak ternilai kepada masyarakat dan kepada 850 karyawan kita," kata bos Dortmund, Hans-Joachim Watzke.

Sepakbola Jerman menjerit akibat dampak finansial dari krisis virus corona di mana CEO Bundesliga, Christian Seifert menyatakan pekan lalu bahwa 56.000 lapangan kerja dalam bisnis olahraga si kulit bundar dipertaruhkan menyusul penghentian sementara kompetisi.

Seifert menambahkan bahwa sekitar separuh dari 36 klub divisi dua Jerman terancam mati dan kerugian total jika kompetisi musim ini dibatalkan adalah 750 juta euro untuk seluruh klub. 

#Krisis   #finansial   #keuangan   #pemain   #klub   #sepakbola   #eropa   #pandemi   #covid-19