PANDEMI GLOBAL VIRUS CORONA

Liga Inggris Diwacanakan Kembali Mundur Sampai 1 Juni

Eka
Liga Inggris Diwacanakan Kembali Mundur Sampai 1 Juni
Liverpool menjalani laga terakhir melawan Bournemouth sebelum adanya penangguhan Premier League (ilustrasi/ist)

London, HanTer - Kompetisi Premier League diwacanakan kembali mundur sampai 1 Juni mendatang. Dilansir laman Daily Mail, Minggu (22/3/2020) kemarin, wacana itu muncul lantaran belum ada kepastian kapan berakhirnya pandemi virus corona alias Covid-19 secara global.

Sebelumnya, FA selaku federasi sepakbola Inggris sepakat dengan sejumlah stakeholder terkait baik asosiasi pemain maupun klub peserta untuk menangguhkan pertandingan Premier League sampai akhir April. Dengan kata lain, kompetisi kasta tertinggi Inggris itu akan dilanjutkan pada awal Mei 2020.

Keputusan itu seirama dengan kompetisi di negara Eropa lainnya seperti Serie-A atau Liga Italia maupun La Liga alias Liga Spanyol. Selain itu, bila Premier League tetap dilanjutkan pada awal Mei, bukan tak mungkin klub merasa kelelahan sebab di bulan tersebut rencananya UEFA akan kembali menggelar Liga Champions dan Liga Europa.

Alasan lain mengapa wacana Juni berkembang, hal itu juga sekaligus merampungkan lebih awal turnamen domestik lainnya, yakni Piala FA. Berbagai faktor tersebut membuat FA mencoba untuk menyusun jadwal se efektif mungkin agar tidak mengalami benturan dengan sejumlah turnamen lain.

Meski menghindari bentrok dengan turnamen lain, tentu saja ada sebuah risiko yang dialami seluruh klub. Salah satunya jadwal yang padat. Ya, Daily Mail menambahkan, bila Liga Inggris dilanjutkan di awal Juni, maka kompetisi tetap wajib berakhir pada pertengahan Juli.

Pasalnya pihak Premier League bersikeras akan tetap menggelar kompetisi baru musim 2020/2021 pada awal Agustus mendatang. Dengan kata lain, pertandingan wajib dirampungkan dalam enam pekan.

"Rencana Liga Premier untuk pertandingan dimulai kembali pada 1 Juni dan untuk musim berakhir enam minggu setelahnya," demikian kalimat yang tertuang dalam laman Daily Mail.

"Menyusul keputusan UEFA untuk menunda Kejuaraan Eropa (Piala Eropa -red) satu tahun, tanggal 1 Juni adalah salah satu skenario terbaik yang dipertimbangkan oleh Liga Premier dan Liga Sepakbola," sambung bunyi kalimat tersebut.

Sedangkan mengenai jadwal musim depan yang tak di ubah, tentu FA punya alasan. Mereka tak ingin klub maupun pihaknya terlilit masalah keuangan, khususnya dengan masing-masing sponsor. Sebab bila ada pemunduran jadwal, bukan tak mungkin krisis finansial akan menghantui klub.

Itu akan berdampak terhadap bursa transfer. Dipastikan tidak akan ada belanja pemain besar-besaran dari setiap klub akibat krisis finansial. Bukan hanya urusan belanja, hal tersebut juga akan berdampak kepada gaji para pemain, demikian seorang admin keuangan sebuah klub yang dirahasiakan nama serta tempat bekerjanya.

"Kami bisa melihat ini menjadi momen di mana pasar transfer dikalibrasi ulang dengan banyak orang di sepakbola yang meyakini bahwa itu kehilangan semua kenyataan dalam beberapa tahun terakhir. Klub juga pastinya akan meninjau ulang gaji para pemainnya," kata admin tersebut seperti dikutip Mirror.