PANDEMI GLOBAL VIRUS CORONA

Liga Inggris Nekat Tancap Gas Lanjutkan Kompetisi

Eka
Liga Inggris Nekat Tancap Gas Lanjutkan Kompetisi
Ilustrasi (ist)

London, HanTer - Wacana kontroversial tersiar di tanah Inggris. Dimana Premier League sebagai kompetisi kasta tertinggi, rencananya segera kembali dilanjutkan meski sampai saat ini masifnya penyebaran pandemi virus corona alias Covid-19 belum bisa teratasi, khususnya di negara tersebut.

Sebelumnya, FA selaku federasi tertinggi sepakbola Inggris memutuskan untuk menangguhkan sementara sejumlah pertandingan di pentas Premier League sampai 4 April mendatang. Ada alasan khusus mengapa langkah itu di tempuh.

Sebab FA merasa sangsi alias kurang begitu yakin, bahwa banyaknya penundaan akan membuat kompetisi selesai tepat waktu, yakni Juni mendatang. Mereka pesimis karena tak bisa di pungkiri, kompetisi Premier League masih menyajikan 92 pertandingan sampai akhir musim ini.

Wacana itu muncul setelah adanya gagasan dan keinginan dari klub-klub peserta agar kiranya kompetisi mampu diselesaikan sesuai jadwal, yakni Mei mendatang. Untuk itu sebuah wacana pun beredar bahwa Premier League siap untuk kembali menggulirkan pertandingan meski saat ini penyebaran pandemi Covid-19 begitu masif.

Seperti dilansir laman The Sun, kemarin, ada beberapa opsi terkait pelaksanaan lanjutan kompetisi Premier League. Pertama, pertandingan akan digelar di tempat netral alias aman dari serangan wabah corona. Kemudian, laga juga akan berlangsung secara tertutup, namun bisa disaksikan melalui siaran layar kaca.

"Mereka (seluruh klub -red) siap untuk memainkan semua 92 pertandingan tersisa di balik pintu tertutup dengan setiap pertandingan ditampilkan langsung di TV. Pertandingan juga akan dimainkan di dua atau tiga tempat netral, kemungkinan besar di Midlands, pada waktu yang berbeda," demikian bunyi kalimat seperti yang tertuang dalam laman The Sun, kemarin.

Para pejabat di Premier League pun dikabarkan telah melaporkan wacana itu dengan berbicara bersama Presiden UEFA, Aleksander Ceferin. Hal itu ditempuh karena mereka mempunyai lebih banyak pertandingan tersisa untuk dimainkan daripada negara-negara seperti Italia dan Spanyol.

Selain bermain di tempat netral serta tertutup, Premier League juga akan melibatkan sejumlah tim medis guna mendeteksi pemain, pelatih dan official sebelum bertanding didalam lapangan. Hal itu sebagai antisipasi menyebarnya kembali virus corona.

Wacana tersebut pun dikabarkan mendapat lampu hijau dari UEFA. Namun sebaliknya. Induk tertinggi sepakbola Eropa itu justru akan melarang dengan keras apabila kompetisi kembali dilanjutkan beberapa pekan hanya untuk mencari titel juara. Itu akan membuat UEFA tidak merestui status mereka sebagai juara.