PIALA EROPA 2020 DITENGAH COVID-19

Perang Dingin Terjadi Antara UEFA dan Anggotanya

Eka
Perang Dingin Terjadi Antara UEFA dan Anggotanya
Ilustrasi (ist)

Nyon, HanTer - Perang dingin berupa tarik ulur kepentingan menghiasi sepakbola Eropa. Hal tersebut terjadi lantaran masifnya penyebaran pandemi virus corona alias Covid-19 secara global. Dunia pun terdampak. Berbagai aspek lumpuh, termasuk sepakbola, khususnya di benua biru yang mempunyai pangsa pasar terbesar.

Segenap kalender yang telah disusun rapih sedemikian rupa, terpaksa dibongkar ulang. Akibatnya banyak hajat tidak tersinkronisasi. Tarik ulur pun terjadi antara UEFA selaku federasi tertinggi sepakbola Eropa dengan anggota, yakni negara asosiasi dibawah naungannya.

Terlebih dari lima negara besar yang mempunyai kompetisi favorit, seperti Inggris dengan Premier League-nya, kemudian Serie-A Italia, La Liga Spanyol, Bundesliga Jerman serta Liga Perancis. Kelima negara asosiasi memutuskan untuk menangguhkan kompetisi, selama dua sampai tiga pekan kedepan.

Itu dilakukan lantaran masifnya penyebaran virus corona. Dijadwalkan, kelima negara akan melanjutkan kembali liga berjenjang mereka di awal April. Itu pun bila seluruh negara di belahan bumi, khususnya Eropa, telah aman dari ancaman Covid-19. Namun penundaan jadwal liga membuat UEFA pusing.

Pasalnya pada Juni-Juli mendatang, federasi tertinggi sepakbola benua biru itu segera menggelar hajat besar yang diselenggarakan empat tahun sekali. Hajat tersebut ialah Piala Eropa 2020 yang di tuan rumahi 12 negara. Namun UEFA mulai bimbang, sebab penangguhan kompetisi domestik di lima negara, dipastikan berpotensi selesai Juni mendatang.

Itu dipastikan bentrok dengan kalender UEFA. Apalagi UEFA juga masih belum memutuskan apakah gelaran Piala Eropa ditinda atau tetap sesuai jadwal. Namun sejauh ini federasi pimpinan Aleksandr Ceferin masih berkomitmen untuk menggelar Piala Eropa Juni mendatang.

Hal itu tentu saja memantik api kepada para anggotanya, terutama lima negara yang mempunyai liga domestik cukup populer. Terlebih, segenap asosiasi sepakat untuk memprioritaskan liga domestik mereka agar segera diselesaikan meski dipastikan molor dari jadwal akibat serangan Covid-19.

FIGC selaku federasi sepakbola Italia sebelumnya menjadi yang pertama bahwa mereka meminta agar jadwal Piala Eropa ditunda sampai seluruh kompetisi berakhir. Hal yang sama juga diserukan kubu La Liga, alias Liga Spanyol. Melalui Presidennya, Javier Tebas, bahwa ia akan menomorsatukan untuk menyelesaikan kompetisi.

Juga, hal serupa dilakukan Premier League. Mereka berencana untuk menyelesaikan kompetisi musim ini. Dan di fase tersebut, Liverpool tinggal selangkah meraih gelar yang telah di impikan selama 30 tahun. Akan tetapi, musim akan dihentikan secara permanen jika UEFA ketuk palu dengan sikapnya untuk menggelar Piala Eropa 2020.

Kendati begitu, UEFA akan tetap berkoordinasi dengan anggotanya guna mencari solusi. UEFA akan menggodoknya pada pertemuan 'sakral' Selasa (17/3/2020) ini di markas mereka. "UEFA mengadakan pertemuan pada hari Selasa untuk membahas masa depan sepakbola," demikian sepenggal kalimat dari Daily Mail, kemarin.

"Perwakilan FIFpro (pemain sepakbola profesional -red), dan Asosiasi Klub Eropa akan hadir. Nasib Euro 2020 akan menjadi pusat perhatian, dengan turnamen diatur untuk ditunda. Keputusan itu akan memiliki konsekuensi untuk Liga Premier dan seluruh Eropa," papar kalimat tersebut.