SEJUMLAH KOTA DI ITALIA 'MATI SURI'

Pemain Serie-A Mulai Diselimuti Rasa Kesepian

Eka
Pemain Serie-A Mulai Diselimuti Rasa Kesepian
Ilustrasi (ist)

Bergamo, HanTer - Dinobatkan sebagai negara terbanyak dalam paparan virus corona alias Covid-19 di Eropa, kini kondisi Italia bak sebuah negara yang tengah mati suri. Seluruh lapisan menjalani isolasi. Bukan hanya masyarakat, hal tersebut turut berlaku kepada para pemain.

Apalagi masifnya pandemi virus corona mulai menyasar ke sejumlah para pemain Serie-A. Tak ayal proses isolasi kian di perketat. Melihat hal itu, para pemain yang terkena dampak pun mulai merasa kesepian. Hanya keluarga, telepon dan televisi yang menjadi teman keseharian.

Sebagai makhluk sosial, interaksi dengan seluruh lapisan masyarakat pun terbatasi. Salah satu rasa kesepian di akui pemain sayap Atalanta, Robin Gosens. Pemain berkebangsaan Jerman itu mengaku hampa dalam kehidupannya saat ini. Bahkan kota Bergamo, tempat tinggalnya seperti sebuah kota mati.

“Saya merasakan ketakutan ketika mereka menjelaskan bahwa Lombardy adalah pusat dari segalanya, bahwa tidak ada tempat lain di Eropa yang memiliki banyak kasus. Hari itu saya berkata pada diri sendiri: 'Oke, sebelumnya di Wuhan, sangat jauh, dan sekarang di sini. Sekarang kita dalam bahaya," kata dia dikutip Football Italia, Senin (16/3/2020) kemarin.

"Tidak hanya rasa takut di daerah tetangga, tetapi juga di Bergamo, yang merupakan kota mati hari ini. Mereka memberi tahu saya tentang langkah-langkah untuk bertahan hidup di Bergamo yang penuh dengan berita kematian. Itu hal yang menakutkan," jelasnya.

Senada dikatakan kiper pelapis milik AC Milan, Asmir Begovic. Ia menjelaskan bagaimana rasanya tinggal di kota "sepi" selama masifnya penyebaran wabah virus corona di Italia. Namun ia berharap kedepan sepakbola mampu menghadirkan kebahagiaan kembali ke masyarakat.

"Kami terkunci total. Jalanan sepi. Satu-satunya yang terbuka adalah supermarket. Kamu bisa mendapatkan sedikit makanan dan langsung pulang ke rumahmu. Ini gila! Ini kota besar, saya tinggal di kota dan Anda pikir itu film. Orang-orang mengatakan ini seperti adegan film dan itu memang benar," tukasnya.

"Saya belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya. Saya tidak yakin orang mengerti betapa buruknya hal ini di sini. Ini telah melanda Italia dengan sangat keras. Apa alasannya saya tidak tahu. Kami hanya bisa berharap semuanya kembali normal sesegera mungkin," harap Begovic.