Indra Darmawan: Harmonisasi Perguruan Pencak Silat Sebagai Dasar Kehidupan Sosial

An
Indra Darmawan: Harmonisasi Perguruan Pencak Silat Sebagai Dasar Kehidupan Sosial
Indra Darmawan

Jakarta, HanTer - Seni bela diri pencak silat melekat erat disanubari Indra Darmawan (42). Di bawah bimbingan Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia, Indra yang kala itu berusia 10 tahun tak pernah henti berlatih demi prestasi gemilang.

Kerasnya berlatih dengan iringan doa diijabah sang khalik dengan raihan prestasi. Tak sekadar jago kandang, pria berdomisili di Kelurahan Lagoa, Koja, Jakarta Utara ini juga sempat memboyong trophy dan medali hingga kejuaraan tingkat provinsi dan nasional. 

Bahkan kejuaraan Pra Kwalifikasi Sea Games wilayah 1 di Sumatera (1998) pernah digelutinya hingga meraih juara ke-dua.

"Awalnya saya ikut di Perguruan Satria Muda Indonesia saat usia 10 tahun. Dari sana saya berlatih hingga mendapatkan prestasi kejuaraan di tingkat kota, provinsi, sampai nasional," ungkap Indra.

Lambat laun pria yang kini berprofesi sebagai advokat ini mengakui bahwa pencak silat tak sekadar mengejar prestasi. Seni bela diri yang diakui dunia itu dirasanya mampu menuntun dalam kehidupan sosial masyarakat.

Kesatriaan diri yang tertanam selama berlatih pencak silat menjadikan kepribadiannya rendah hati dan selalu menjunjung nilai kebersamaan.  

"Dari pencak silat, saya bisa menerapkan sifat sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Karena dalam pencak silat selalu ditanamlan jiwa rendah hati dan makna kebersaman," jelasnya.

Beranjak dari nilai positif yang didapatkannya dari pencak silat, Indra pun akan konsentrasi pada harmonisasi 47 perguruan pencak silat se-Jakarta Utara. Melalui Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jakarta Utara, harmonisasi itu diyakini berdampak pada regenerasi atlet pencak silat.

Silaturahmi seluruh perguruan pencak silat itu akan diwujudkannya melalui kegiatan latihan gabungan. Pengurus IPSI Jakarta Utara, atlet, pelatih, hingga dewan juri akan saling mengenal dan mendukung satu sama lain.

Tak tanggung-tanggung, Ketua Lembaga Masyarakat Kelurahan Lagoa itu pun akan memprogramkan pertukaran pelatih antar perguruan pencak silat. Ini dimaksudkan agar seluruh perguruan memiliki standarisasi kualitas atlet. 

Tidak melulu suatu perguruan hanya mengejar prestasi tanding atlet semata, namun juga turut berkonsentrasi pada nilai seni dan tradisi dalam pencak silat.

"Yang terjadi selama ini ada sebagian perguruan pencak silat yang hanya mengejar prestasi tanding atlet dan ada juga yang hanya mengedepankan nilai seni dan tradisi. Nah makanya saya akan memprogramkan pertukaran pelatih agar ada standarisasi kualitas atlet," paparnya.

Dengan begitu, regenerasi atlet terwujud. Apalagi dengan hadirnya program kejuaraan pemasalan. Kejuaraan ini sebagai wadah bagi bibit atlet dalam melangkah menggapai prestasi gemilang di masa depan.

Bersama seluruh perguruan Anggota IPSI Jakarta Utara, Bang Indra akan membentuk Kepengurusan IPSI Tingkat Kecamatan se-Jakarta Utara, agar tercipta wadah potensi disetiap wilayah seluruh Jakarta Utara. Hal ini sesuai dengan AD ART IPSI Jakarta Utara, dimana Pengkot IPSI Jakarta Utara akan menjadi prakarsa pembentukan Pengcam IPSI se-Jakarta Utara.

"Tentunya IPSI Jakarta Utara punya kejuaraan yang sifatnya invitasi (prestasi dan berjenjang). Tapi sebelum itu kita buat dahulu kejuaraan pemasalan untuk atlet muda atau pemula yang baru ingin tampil," tutupnya.