Pra-Seleksi Bulutangkis SKO Kemenpora

SKO Kemenpora Mencari Markis Kido - Susy Susanti Baru

Hermansyah
SKO Kemenpora Mencari Markis Kido - Susy Susanti Baru
Bayu Rahadian bersama peserta pra-seleksi cabor bulutangkis di GOR Ciracas

Jakarta, HanTer - Sebanyak 245 anak-anak dari berbagai kelompok umur mengikuti pra-seleksi diklat bulutangkis SKO Kemenpora 2020 yang sebelumnya dikenal sebagai SKO Ragunan, yang berlangsung selama dua hari 13-14 Februari, di Gelanggang Remaja Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Ajang ini di gelar Kemenpora dibawah Deputi Pembudayaan Olahraga dalam hal ini melalui Asdep Pengelolaan Pembinaan Sentra dan SKO untuk mencari Markis Kido maupun Susy Susanti baru yang diikuti dari penjuru Indonesia, seperti berasal dari Jawa, Medan, Bangka Belitung, Solok, Banjarmasin, Pontianak, Manado, Makassar hingga Mamuju.

Kegiatan yang disponsori aparel Eagle ini dihadiri pula oleh mantan pebulutangkis Indonesia yang juga alumni SKO Ragunan, seperti Lindaweni Fanetri dan Luluk Hadiyanto, peringkat satu dunia tahun 2004 silam.

Dalam membuka ajang tersebut, Bayu Rahadian selaku Asdep Pengelolaan Pembinaan Sentra dan SKO mengaku kaget akan animo peserta yang begitu membludak untuk mengikuti pra-seleksi ini, terlebih pesertanya ada yang datang dari pulau Jawa. 

"Bisa dilihat cabang olahraga bulutangkis masih menjadi cabor yang paling diminati masyarakat terutama anak-anak. Meski ini masih pra-seleksi, di mana seleksinya baru akan berlangsung pada awal Maret mendatang, tapi mereka sangat antusias menunjukkan dirinya untuk terpantau akan bakat dan talentanya sebagai penerus para seniornya yang sudah sukses," ucap Bayu pasca membuka pra-seleksi diklat bulutangkis SKO Kemenpora, Kamis (13/2/2020).

Dari ratusan kontestan tersebut dites skillnya dengan dibagi dalam tiga kategori. Kategori pertama kelompok anak-anak putra dan putri kelahiran 2008, kemudian kategori dua kelompok pemula putra dan putri kelahiran 2006-2007, dan kategori terakhir kelompok remaja putra dan putri kelahiran 2004-2005.

Dari jumlah itu rencananya akan diambil masing-masing empat terbaik di tiap kategori untuk mengikuti seleksi di Sekolah Keolahragaan Ragunan. Jumlah 12 anak ini nantinya mereka akan dites kembali meliputi tes fisik, tes keterampilan, tes piskologi, dan tes kesehatan. Kemudian diambil empat putra dan dua putri terbaik menyesuaikan dengan jumlah kelulusan anak di sekolah tersebut.

Bayu menerangkan, SKO Kemenpora sejatinya membuka kuota 10 atlet putra dan 10 atlet putri. Namun khusus melalui jalur seleksi ini, Kemenpora hanya memberi kuota enam. "Mengenai kuota, kami membaginya dalam 15 cabor, tapi bukan berarti bulutangkis yang terkecil. Hanya saja, kemampuan pengadaan kami baru cukup untuk 200 atlet. Lagipula saat ini jumlah atlet bulutangkis kami di sekolah itu ada 20 anak," paparnya.

"Untuk itu, kami juga memotivasi beberapa daerah supaya membuka sekolah seperti ini, dengan harapan, semakin banyak kuota maka semakin besar bibit-bibit baru yang muncul, baik putra dan putri."

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa ini merupakan langkah awal dari mereka untuk berkompetisi. Banyaknya peminat jadi bukti bulutangkis makin merakyat. "Ya dari sinilah kami mencoba menggali. Mereka ini anak-anak terbaik, karena mereka sudah terseleksi di daerahnya," tambahnya.

"Ini awal dari berkompetisi. Tahapan untuk belajar menunjukkan determinasinya, kemampuan terbaik, respect. Jangan jemawa jika menang. Perjalanan masih panjang," pesannya kepada para peserta.

Sementara itu, Linda Wenifanetri mengapresiasi langkah Kemenpora yang tak henti-hentinya menjaring pemain muda berbakat. "Rasanya antusias melihat peserta yang cukup banyak. Semoga saja walau hanya sedikit kuota yang diberikan, tapi yang dipilih benar-benar terbaik," ucap Lindaweni.

"Waktu zaman saya hampir sama, susah, makanya kita harus maksimal banget. Siapapun lawannya harus hajar saja. Dulu malah pesaing saya lebih banyak lagi dan memang khusus putri saja. Ya, saya berharap semoga yang terpilih adalah bibit pebulutangkis yang benar-benar potensi dan bagus untuk regenerasi tunggal putri ke depannya," harap Linda.

Disisi lain, Luluk Hadiyanto panitia pra-seleksi mengatakan bahwa para peserta akan mengikuti seleksi, dari tiap kategori hanya menempatkan semifinalis yang berhak menapak ke Ragunan untuk mengikuti seleksi selanjutnya. Dikatakannya pula jika seleksi mencakup tes fisik, psikologi, ketrampilan dan kesehatan. Mereka juga akan diuji skill dengan anak-anak SKO Ragunan pada Maret nanti bersama 14 cabang olahraga lainnya. 

"Dari sini akan meloloskan 24 pemain. Mereka akan kembali diseleksi untuk mendapat 6 tiket (4 putra, 2 putri) ke SKO Kemenpora. Kuotanya memang sangat minim karena sudah ditentukan kapasitasnya. Tapi mereka yang lolos nanti benar-benar yang terbaik hasil seleksi,  bukan karena titipan ini itu," terang Luluk. 

Meski demikian, pria yang kini menjadi PNS di Kemenpora itu mengharapkan kuota siswa yang mengambil disiplin bulutangkis yang difasilitas negara tersebut mestinya ditambah. "Harapan saya, jika bisa, kuota pebulutangkis ditambah sehingga bibit-bibit pebulu tangkis semakin banyak," katanya.