MOU JANGKA PANJANG DENGAN TIGA INDUK CABOR

Kemenpora Kucurkan Anggaran Rp31,9 M

Eka
Kemenpora Kucurkan Anggaran Rp31,9 M
Menpora Zainudin Amali (ist)

Jakarta, HanTer - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelontorkan anggaran sebesar Rp31,9 miliar kepada tiga induk cabang olahraga (cabor). Hal tersebut tak lepas sebagai bentuk komitmen kuat dari pemerintah untuk mendongkrak prestasi olahraga Indonesia di level internasional.

Ketiga induk cabor yang mendapat guyuran dana dari Kemenpora ialah Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Pengurus Pusat Persatuan Angkat Beban dan Berat Seluruh Indonesia (PP PABBSI) dan Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI).

PP PBSI menjadi induk cabor tertinggi yang mendapat kucuran dana, yakni sebesar Rp18.618.087.000 dari usulan yang diajukan sejumlah Rp32.249.000.000. Sedangkan PP PABBSI mengusulkan Rp11.926.619.000 dan disetujui Rp10.008.514.000. Kemudian PP PBVSI mengusulkan Rp3.616.780.000,- dan disetujui Rp3.287.332.000.

Kucuran anggaran yang dilakukan melalui Memorandum of Understanding (MoU) ini dilakukan untuk memfasilitasi sejumlah cabor yang akan dipersiapkan dalam rangka menjalankan program Pelatnas Olimpiade 2020 serta dan Pelatnas pembinaan jangka panjang.

Menpora Zainudin Amali menjamin tak ada penyunatan anggaran pelatnas Olimpiade Tokyo 2020. Penggolontoran dana pun akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing cabang olahraga yang sudah lolos verifikasi. Prinsipnya setiap rupiah yang dikeluarkan harus ada pertanggungjawabannya.

Hal itu disampaikan Menpora usai menyaksikan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan tiga cabang olahraga (cabor) pelatnas Olimpiade Tokyo 2020 di Media Center Kemenpora, Selasa, (11/2/2020) kemarin.

Ia mengatakan, MoU memang baru dilakukan dengan tiga cabor, lantaran baru ketiganya yang telah lolos review proses administrasi Kemenpora, baik untuk laporan pertanggungjawaban (LPJ) anggaran 2019 maupun proposal program 2020.

“Saya berterima kasih kepada tiga cabang olahraga ini karena sudah tertib dalam melaporkan pertanggungjawaban dan proposalnya, sehingga mereka terpilih lebih awal. Selamat kepada tiga cabor ini. Cabor lain akan segera menyusul,” ujar Zainudin.

Sementara untuk cabang olahraga lainnya yang masih harus merevisi atau belum mengajukan proposalnya, Zainudin meminta agar segera dilaporkan kepada Kemenpora demi kepentingan pelatnas.

“Kemenpora hanya memverifikasi berkali-kali dan yang lolos tahap pertama adalah tiga cabang olahraga ini. Ini soal kepatuhan, bukan kami menahan (dana), tapi ingin tertib administrasi,” papar dia.

Bercermin dari pengalaman buruk menimpa pendahulunya Imam Nahrawi yang tersangkut kasus penyelewengan anggaran di Kemenpora, polikus Golkar ini pun tentu tak mau berusan dengan hukum di kemudian hari, makanya dirinya sangat hati-hati jika berhubungan dengan anggaran.

Atlet ke Olimpiade
Sementara berbicara tentang Olimpiade 2020 yang berlangsung di Tokyo pada Juli mendatang, Indonesia sendiri baru menempatkan lima atletnya yang telah menggenggam tiket lolos. Kelimanya berasal dari empat cabor, seperti Lalu Muhammad Zohri (Atletik), Eko Yuli Iriawan (Angkat Besi), Vidia Rafika (Menembak) serta Riau Ega Agatha dan Diandra Choirunnisa dari Panahan.

Meski begitu, Kemenpora merilis bahwa masih ada 41 atlet yang berpeluang lolos tampil pada kejuaraan olahraga terbesar empat tahunan sejagat akhir semester ini. Ke-41 atlet berasal dari 13 cabor seperti Atletik, Angkat Besi, Panahan, Bulutangkis, Voli, Sepatu Roda, Dayung, Tenis, Sepeda, Tinju, Menembak, Taekwondo dan Renang.