IBL Pertamax 2020

Amartha Hangtuah Telan Delapan Kekalahan Beruntun, Mengalami Krisis Motivasi

Hermansyah
Amartha Hangtuah Telan Delapan Kekalahan Beruntun, Mengalami Krisis Motivasi
Kelly Purwanto (kiri), pemain senior Amartha Hangtuah

Yogyakarta, HanTer - Amartha Hangtuah memulai IBL Pertamax 2020 dengan manis saat menundukkan Satya Wacana Salatiga dengan skor 115-109, pada Seri I yang berlangsung di GOR Sahabat Semarang, pada 10 Januari lalu. Namun kemudian, keberuntungan itu tidak lagi menghinggap kepada tim racikan Harry Prayogo itu.

Hangtuah berdiri sejak tahun 2006 lalu, yang awalnya merupakan klub perwakilan kota Palembang, namun kini menjadi salah satu klub Jakarta. Mereka menelan delapan kekalahan beruntun hingga Seri IV kompetisi basket kasta tertinggi musim 2020 ini.

Kekalahan pertama yang diderita Amartha Hangtuah saat menghadapi NSH Jakarta dengan skor 84-93. Prawira Bandung menundukkan Amartha Hangtuah 92-69 di Seri I lalu. 

Seri II yang berlangsung di GOR C-Tra Arena, Bandung, Amartha Hangtuah kembali menuai kekalahan. Kali ini dari Indonesia Patriots dengan skor 65-85. Sehari kemudian, giliran Bank BPD DIY Bima Perkasa yang menundukkan Amartha Hangtuah dengan skor 69-65.

Ketika menghadapi tuan rumah pada Seri III yang berlangsung di Mahaka Square Jakarta, Amartha Hangtuah merasakan kekalahan empatnya. Satria Muda tak ingin malu saat tampil didepan publiknya sendiri. Mereka menundukkan Amartha dengan skor 81-72.

Menghadapi tim yang baru mengalami sekali kealakah, yakni Pelita Jaya Bakrie, Amartha Hangtuah kembali menanggung malu. Marjin 19 angka dibuat Pelita Jaya saat menundukan Amartha dengan skor 84-65.

Kali keduanya menghadapi Indonesia Patriots, Amartha Hangtuah kembali mengalami kekalahan. Saat pertemuan pertama kalah dengan skor 65-85, kali ini anak asuh Harry Prayogo itu makin buruk permainannya, mengalami kekalahan dengan skor 47-85 di Seri IV yang berlangsung di GOR Among Rogo Yogyakarta.

Kakalahan kedelapan beruntun yang didapat Amartha Hangtuah saat menghadapi Louvre Surabaya di lokasi yang sama. Sevly Rondonuwu cs kalah dengan skor 78-99 dari tim debutan itu.

Dari rentetan kekalahan itu, para punggawa Amartha Hangtuah menanggung beban psikologis, sehingga membuat semangat mereka terendam. “Berat memang mengangkat beban psikologis pemain lokal kami. Mereka sebenarnya menggantungkan harapan pada para pemain asing, tetapi ternyata pemain impor kami juga tidak istimewa dan bisa mengangkat moral tim,” kata pelatih Hangtuah, Harry Prayogo.

Disisi lain, Hangtuah sudah kehabisan jatah mengganti pemain setelah memulangkan Darnell Aaron Martin Jr dan Charles Jackson Jr yang menggantinya dengan Emilio Parks dan Thurron Steven Mallory Jr.

 “Kami mencoba untuk bicara dengan para pemain agar di pertandingan berikut mereka tampil lepas tanpa beban. Para pemain muda kami masih memiliki harapan berkembang untuk jangka panjang,” kata Ai, sapaan sang pelatih.

Sementara itu, pelatih Louvre, Andika Supriadi Saputra yang merupakan mantan pelatih Hangtuah mengatakan sebuah keuntungan bagi dirinya yang telah mengenal tim lawan hingga personal para pemainnya. Namun dia tetap bersiap menghadapi pertarungan ketat melawan mantan klubnya. “Memang ada keuntungan saya mengenal tim tersebut hingga personal para pemainnya,” ucapnya.

“Hangtuah tim bagus, terbukti para pemain lokalnya seperti Sevly Rondonuwu, Abraham Wenas dan yang lain mampu mencetak angka, akan tetapi hari ini para pemain saya memang lebih ingin menang,” tuturnya.

Pelatih yang akrab disapa Bedu itu menilai jika Hangtuah kini mengalami krisis motivasi. “Jika motivasi mereka bisa dibangkitkan, Hangtuah adalah tim yang berbahaya,” tegasnya.