JELANG ONE: WARRIOR’S CODE

Sinergi One Championship dan PSSI Beri Spirit Olahraga ke Kawula Muda

Eka
Sinergi One Championship dan PSSI Beri Spirit Olahraga ke Kawula Muda
Ki-ka: Zahra Muzdalifah, Firza Andika, Priscilla Hertati Lumban Gaol dan Adrian Mattheis pose bersama usai menggelar meets and greets di mal Gandaria City (Eka/HanTer)

Jakarta, HanTer - Seperti tagline pemerintah dalam hal ini Kemenpora, bahwa olahraga bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Berlatar hal tersebut, dua cabang olahraga dari aspek yang berbeda bersinergi untuk membawa 'virus' positif kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak-anak.

Dalam hal ini, One Championship selaku olahraga seni bela diri campuran (mix martial arts - MMA) berkolaborasi dengan PSSI selaku induk cabor sepakbola untuk menggelorakan semangat berolahraga. Selain itu, hal tersebut juga menjadi bagian dalam kampanye sebelum dimulainya One: Warriors Code yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, 7 Februari mendatang.

One Championship yang diwakili dua petarung asal Indonesia, yakni Priscilla Hertati Lumban Gaol dan Adrian Mattheis melakukan rangkaian meets and greets bersama dua pemain Timnas Indonesia seperti Firza Andika (U-23) serta Zahra Muzdalifah (timnas sepakbola putri) sebagai delegasi PSSI di Mal Gandaria City, Kebayoran, Jakarta, Sabtu (25/1/2020).

Meets and Greets dilakukan keempat atlet yang mempunyai latar belakang berbeda bersama puluhan anak-anak yang didampingi orang tuanya masing-masing. Tentu, hal itu tak lepas sebagi upaya memberikan edukasi, baik di seni bela diri maupun sepakbola, sekaligus membuka mata agar berminat untuk berolahraga, khususnya dalam dua cabang tersebut.

Tak hanya itu, sinergitas kedua cabor tersebut diharap mampu menumbuhkan sinergi yang harmonis antara olahraga dan pengembangan atlet di Indonesia, memperjuangkan nilai-nilai seni bela diri sejati seperti integritas, kerendahan hati, kehormatan, keberanian, disiplin, dan kasih sayang dalam semangat permainan yang adil, persatuan, dan persahabatan yang diwujudkan oleh Tim Nasional Indonesia.



Priscilla selaku petarung lokal dari One Championship menuturkan, kegiatan meets and greets, khususnya dengan anak-anak yang didampingi para orangtuanya, diharapkan mampu membawa dampak besar terhadap hal-hal positif. Salah satunya dengan banyak lahirnya atlet MMA yang kelak mampu mengibarkan merah putih di pentas internasional, seperti dirinya.

"Mampu mewakili negara asal saya Indonesia dalam panggung olahraga internasional telah menjadi kehormatan besar bagi saya. Memperlihatkan keahlian dan membuktikan setiap hari bahwa orang Indonesia benar-benar berkelas dunia dalam kompetisi internasional, itu merupakan kehormatan sekaligus istimewa buat saya," kata Priscilla.

Untuk itu, ia menekankan kepada anak-anak usia muda agar tetap fokus dan totalitas apabila ingin menjadi seorang atlet profesional. "Untuk adik-adik muda, kalau ingin mendapatkan sesuatu harus serius. Karena kalau hanya berjalan setengah-setengah akan percuma," jelasnya.

Senada dikatakan Zahra Muzdalifah selaku salah satu punggawa Timnas Sepakbola Putri Indonesia. "Saya merasa sangat terhormat bisa berpartisipasi di acara ini untuk memberi motivasi anak-anak muda Indonesia. Untuk menjadi atlet bukan hal yang mudah, harus mempunyai mental dan motivasi yang tinggi serta disiplin dalam hal apapun demi lambang garuda di dada," ujarnya.