Menpora dan Gubernur Papua Jamin Keamanan Penyelenggaraan PON XX 2020

Hermansyah
Menpora dan Gubernur Papua Jamin Keamanan Penyelenggaraan PON XX 2020
Pertemuan Menpora, Gubernur Papua dan KONI jelang penyelengaraan PON Papua

Jakarta, HanTer - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX akan berlangsung di Papua pada 20 Oktober 2020 mendatang. Dihadapan Menpora RI, Gubernur Papua Lukas Enembe menggaransi keamanan penyelengaraan bagi para peserta maupun masyarakat yang menyaksikan pesta olahraga terbesar di Tanah Air itu.

Sebanyak 37 cabor, 56 disiplin cabor, 679 nomor pertandingan/perlombaan dan 6.442 orang kuota atlet akan tersaji di tanah Papua. Gubernur Papua Lukas Enembe menjanjikan keamanan, kenyamanan serta kesuksesan penyelengaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 ini.

"Tidak ada kekhawatiran di Papua. Saya rasa Papua sama amannya seperti di Jawa, Sumatera dan lainnya. Tidak ada masalah untuk itu, karena TNI dan Polisi kita ada dan berjumlah besar, kenapa ditakutkan?," tegas Gubernur Lukas Enembe, kepada awak media usai melakukan pertemuan dengan Menpora RI Zainudin Amali dan KONI Pusat yang mengkoordinasikan kesiapan penyelenggaraan PON XX Papua di Kemenpora, Selasa (21/1/2020).     

"Jadi, tidak ada masalah terhadap Papua dan kami siap menjadi tuan rumah, karena memang kita berada dalam satu negara NKRI, sehingga paling aman penyelengaraan PON ini dan sudah pasti sukses," tambahnya. 

Dari penyelenggaraan PON ini, Lukas Enembe mengatakan jika Papua menyerukan persaudaraan. "Indonesia Satu, dari Sabang sampai Merauke. Kita tunjukkan dalam pelaksanaan PON ini, selain menikmati keindahan alam bagi para wisatawan serta keamanan di bumi Papua," pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Menpora Zainudin Amali yang menyebutkan jika kondisi Papua aman untuk menyelenggarakan PON XX ini. "Saya kira suasana di sana (Papua-Red), sama seperti anda berada di daerah manapun di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sama seperti anda berada di Surabaya, Makassar, dan lainnya, sehingga tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan, apalagi langsung dipimpin oleh pa Gubernur," ucapnya.

"Ada kekhawatiran dari luar Papua, namun sebenarnya di Papua sendiri biasa-biasa saja, bahkan mereka siap untuk menjadi penyelenggara yang baik. Jadi tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan untuk pelaksanaan PON ini," ucapnya.  

Kita pun berharap Papua bukan hanya sukses sebagai penyelenggara, namun juga bisa sukses prestasi dari para atletnya. "Kita tahu bahwa Papua adalah tempat talenta-talenta atlet dari berbagai macam cabang olahraga, sehingga atlet Nasional yang berprestasi di pentas Internasional pasti ada dari tanah Papua. Itulah sebabnya bapak Presiden RI berpesan kepada kami harus menyukseskan hajat Nasional ini," tambahnya.

Lebih lanjut menurut laporan Gubernur Papua Lukas Enembe dalam pertemuannya, Menpora Zainudin Amali mengatakan jika sebagian besar PON Papua siap diselengarakan, baik terkait venue yang nantinya akan digunakan para atlet untuk bertanding maupun sarana lainnya.

"Persiapan untuk tempat-tempat yang dibiayai oleh APBD, pada bulan Maret akan selesai, namun pembiayaan dari APBN, pada bulan Juli akan rampung, karena Oktober pelaksanaannya, sehingga masih ada waktu untuk kita melihat kekurangan guna segera di perbaiki dan penyempurnaan," terangnya.

Terkait test event, Menpora menyebut jika pihaknya tengah berkoordinasi dengan cabang-cabang olahraga, di mana KONI Pusat yang akan mengatur kegiatan tersebut untuk mengetahui sejauh mana kesiapan dari panitia penyelenggara.   

Sementara itu, untuk acara opening ceremony dan closing ceremony, Menpora menyebut jika akan dikerjakan oleh mereka yang dulu mengerjakan ajang Asian Games dan Asian Para Games, sehingga dijamin kemeriahannya.