IBL Pertamax 2020

Indonesia Patriots Raih Kemenangan Kedua, Pelatih Keluhkan Offense

Hermansyah
Indonesia Patriots Raih Kemenangan Kedua, Pelatih Keluhkan Offense
Pemain Indonesia Patriots, Lester Prosper saat menguasai bola

Bandung, HanTer - Laga ketiga Timnas basket Indonesia yang menggunakan nama Indonesia Patriots dalam seri kedua IBL Pertamax 2020 yang berlangsung di GOR C'Tra Arena, Bandung, Jumat (17/1/2020), berakhir dengan kemenangan saat menghadapi Amartha Hangtuah dengan skor 85-65. Ini menjadi kemenangan keduanya dari tiga laga yang telah dilakoninya, sehingga menjadi pemuncak klasemen sementara liga basket kasta tertinggi di Tanah Air ini.

Pemain import Lester Prosper dan pemain lokal Arki Dikania Wisnu yang membela Indonesia Patriots, menjadi pemain tersubur dengan masing-masing mengoleksi 12 poin. Sedangkan di kubu lawan, Darnell Aaron Martin Jr menciptakan double-double dengan mengemas 18 poin dan 10 rebound.

Meski meraih kemenangan dengan marjin 20 angka, Rajko Toroman, selaku juru racik Indonesia Patriots, mengaku jika timnya masih memiliki masalah dalam bermain menyerang. “Kami memainkan defense dengan bagus, tetapi masih bermasalah dengan ofense, meski kemenangan ini juga cukup penting bagi kami," ucapnya usai laga.

Memberi kesempatan bermain pada para pemain Patriots juga menjadi tujuan Toro dalam kompetisi. “Babak kedua kami nyaris tidak memainkan Lester Proper, memberi kesempatan kepada pemain lain dan ternyata mereka bisa,” ujarnya.

Toro juga mengakui 21 turn over yang dilakukan timnya masih dikatakan terlalu banyak. “Beberapa memang karena bola licin, mungkin ada lima kali, tetapi memang masih terlalu banyak turn over dilakukan,” akunya.

Di sisi lain, pelatih Amartha Hangtuah, Harry Prayogo mengakui jika pasukannya hanya bisa mengimbangi Patriots pada babak pertama. “Anak-anak juga terlalu banyak melakukan turn over sehingga menghasilkan 24 angka bagi lawan. Second chance kami juga kurang bagus,” kata Harry.

Para pemain muda Hangtuah disebutnya belum siap untuk tampil sebagai pengganti di lapangan. “Mereka yang biasa jadi starter, ketika duduk di bench tak siap saat tiba-tiba harus bermain. Mereka harusnya sadar yang terpenting adalah memberi kontribusi pada tim, tak peduli berapa menit dimainkan,” pungkasnya.

Di dua laga lainnya, permainan berakhir dengan ketat. Satria Muda yang menghadapi tim debutan Louvre Surabaya, menang 69-61, sedangkan tuan rumah Prawira Bandung harus mengakui keperkasaan NSH Jakarta dengan skor 62-67. Hermansyah