Upaya Renovasi Kompleks PPPON

Menpora Zainudin Amali akan Merevitalisasi PPPON Cibubur untuk SKO

Hermansyah
Menpora Zainudin Amali akan Merevitalisasi PPPON Cibubur untuk SKO
Menpora Zainudin Amali saat mengunjungi SKO Ragunan yang kini menetap di PPON Cibubur

Jakarta, HanTer - "Inilah rumah kita... Kompleks olahraga di Cibubur ini akan kita bangun, Kualitas dan standarisasinya akan ditingkatkan... Inilah tempat berlatih kalian..."

Kira-kira, kata-kata itulah yang terucap oleh Zainudin Amali dihadapan para siswa SKO Ragunan pada Kamis (16/1/2020), yang kini menetap di Wisma Soegondo, PPPON, Cibubur, Jakarta Timur dalam kunjungan pertamanya setelah ditunjuk Presiden RI Joko Widodo menjadi Menpora, di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, ke Sekolah Khusus Olahragawan, binaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), di bawah Deputi Pembudayaan Olahraga.

Sedikitnya terdapat 15 cabor yang digembleng di SKO ini, antara lain seperti Angkat Besi, Atletik, Bola Basket, Bola Voli, Bulutangkis, Gulat, Loncat Indah, Renang, Senam, Sepakbola, Taekwondo, Tenis Lapangan, Tenis Meja, Panahan dan Pencak Silat.

Mengawali lawatannya ke sekolah yang telah melahirkan banyak juara dunia dan legenda seperti Icuk Sugiarto, Susi Susanti, Luluk Hadiyanto, Markis Kido dari sektor bulutangkis, serta terdapat nama Yayuk Basuki di cabor tenis, Bambang Pamungkas (sepak bola), bahkan Egy Maulana Fikri yang kini mentas di persepakbolaan Eropa, serta lainnya, Menpora Zainudin Amali yang didampingi Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, beserta esselon satu dan dua lainnya, terlebih dulu melihat atlet Taekwondo yang tengah berlatih, kemudian menyambangi atlet cabang olahraga angkat Besi dan lainnya.

SKO ini, tak melulu hanya berlatih olahraga mempersiapkan diri menjadi yang terbaik. Sektor pendidikan pun tak terlupakan, sebagaimana sekolah pada umumnya. Mereka harus bisa juga membagi waktu belajarnya di tengah-tengah padatnya waktu berlatih sehari-hari. Jika tidak ada event, para siswa atlet ini dibagi waktu belajar dan latihannya 45:55.

Atlet-atlet di sekolah yang diresmikan pada 17 Januari 1977 di masa Ali Sadikin menjadi Gubernur DKI Jakarta ini sudah harus melakukan aktivitas latihan sedari pagi. Latihan pagi pukul 05.00-07.30 WIB, kemudian belajar di ruang sekolah pada pukul 08.30 -12.30 WIB, dan setelah itu pukul 14.00 -17.00 WIB atlet-atlet berlatih lagi.

Jadwal latihan ini tidak sama untuk setiap cabang olahraga, para pelatih di setiap cabang akan mengaturnya masing-masing.

Sebagai atlet pelajar yang diharapkan nantinya menjadi atlet andal Indonesia, saat bersekolah di SKO Ragunan, mereka juga diturunkan berlaga di turnamen-turnamen untuk mengukur kemampuan mereka sebagai atlet. Umumnya mereka mengikuti turnamen di kelompok usia SMP dan SMA, sesuai jenjang pendidikan di SKO.

Namun, dengan fasilitas latihan yang tersedia di komplek PPPON ini bisa dikatakan tidaklah layak untuk menciptakan atlet berprestasi dunia, meski prestasi itu akhirnya mampu tertorehkan.

Melihat kondisi tersebut, Menpora Zainudin Amali sangat prihatin dan memiliki komitmen yang kuat untuk menset-up komplek PPPON ini lebih berkualitas dan berstandarisasi. "Jika melihat Cibubur, kemudian kita bandingkan dengan ekspektasi dan harapan kita yang harus mencetak prestasi, mencetak atlet berkualitas, kita prihatin, jadi tidak sebanding dengan harapan kita," ucapnya.

Lebih lanjut politikus Partai Golkar itu mengatakan bahwa kita semua, yang didalamnya terdapat pemerintah hingga masyarakat, supaya negara ini memiliki prestasi olahraga yang membanggakan, namun kita belum menjadikan olahraga ini sebagai bagian yang penting, nyatanya di Cibubur yang notabene milik kita, tetapi semuanya tidak standar. "Cibubur ini akan kita kembangkan kedepannya, akan menjadi tempat untuk mendesign prestasi-prestasi, membangun ekositem keolahragaan kita dengan standar dan kualifikasi sebagaimana yang sudah menjadi ketentuan," tambahnya.

Menyinggung soal anggaran renovasi, Menpora mengatakan jika pihaknya akan melakukan komunikasi lebih lanjut terhadap beberapa pihak terkait. "Untuk pekerjaan-pekerjaan fisik, kita akan meminta tolong dengan kementerian terkait, seperti PUPR, namun manajemennya hingga spesifikasinya tentu menjadi domain Kemenpora. Cibubur akan kita maksimalkan," tuturnya.

Penggantian nama dari SKO Ragunan menjadi SKO Cibubur pun dikemukakan oleh Menpora Zainudin Amali, seiring dengan proses berjalannya renovasi.