One Pride Pro Never Quit 2019

Laga Pamungkas One Pride Pro Never Quit 2019 Dihadiri Menpora RI

Hermansyah
Laga Pamungkas One Pride Pro Never Quit 2019 Dihadiri Menpora RI
Menpora Zainuddin Amali saat diapit oleh Waketum KOBI yang juga sebagai Dir. Sport & Programing TVOne , Reva Dedi Utama (Kiri), serta Ardiansyah Bakrie, selaku Ketua Umum KOBI.

Jakarta, HanTer - Laga International Fight kelas straw, Gunawan Sutrisno berhasil memenangkan duel melawan petarung asal India, Sunny Khatri, dalam One Pride Pro Never Quit Fight Night 35 bertajuk "Warrios Never Quit", yang berlangsung di di Tennis Indoor Senayan, akhir pekan lalu.

Dalam duel ini, Gunawan berhasil menang lewat perhitungan poin, setelah tampil agresif dengan serangan-serangan frontalnya. Namun, Sunny masih terlalu licin dan mampu menghindari serangan-serangan Gunawan.

Saat waktu pertarungan berjalan 3 menit, Sunny bisa menjatuhkan Gunawan. Sempat terjadi jual beli serangan di satu menit terakhir. Tensi mendadak meningkat di awal ronde kedua. Gunawan sempat terkena hantaman Sunny dan membuat pelipisnya berdarah.

Pada ronde ketiga Sunny menekan Gunawan dalam pertarungan bawah. Gunawan mulai kesulitan karena darah mengucur deras di wajahnya. Walau dalam posisi terjepit Gunawan sempat melakukan serangan-serangan kecil sampai pertarungan usai dan Gunawan dinyatakan menang angka atas Sunny.

Specialnya, pertandingan internasional Gunawan Sutrisno pada laga Pamungkas One Pride Pro Never Quit tahun 2019 ini dihadiri Menpora RI Zainuddin Amali dan mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso

Zainuddin, orang nomor satu di Kemenpora itu berjanji memberikan dukungan penuh terhadap ajang ini di tahun-tahun berikutnya, lantaran menilai adanya dedikasi dari pihak masyarakat yang luar biasa antusias untuk mengembangkan olahraga tersebut.

“Saya kira ini olahraga punya harapan kedepan. Saya kaget terus terang, kaget begitu masuk penontonnya banyak gitu ya, apalagi yang nonton di TV karena ini siaran langsung, luar biasa. Jadi saya kira satu upaya dan dedikasi yang luar biasa untuk mengembangkan olahraga ini, dan pemerintah tentu memberikan dukungan penuh, kita mengapresiasi apa yang dilakukan oleh masyarakat seperti ini," ucap Menpora. 
   
"Jadi, pengembangan olahraga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh masyarakat juga berperan. Mas Ardi (Ardiansyah Bakrie/Ketua Umum KOBI) menginsiasi sejak awal, saya kira perjuangannya luar biasa supaya ini bisa menjadi satu olahraga dan tontonan yang menarik buat masyarakat kita, tontonan asli indonesia," tambahnya.

Melihat perkembangan MMA di Indonesia, bahkan ada beberapa atletnya yang tampil di SEA Games Filipina kemarin di cabang-cabang yang terkait dengan ini, Menpora optimis akan menjadi titik kebangkitan dari olahraga ini.

"Saya mendapatkan informasi bahwa sekarang ini 300 lebih atlet kita, dan ada beberapa yang sudah bermain di SEA Games kemarin di cabang-cabang yang terkait dengan ini. Maka saya punya optimisme dan punya harapan kedepan suatu saat nanti olahraga ini secara resmi akan dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON). Mudah-mudahan ini akan menjadi titik kebangkitan dari olahraga ini," tambah Menpora yang berharap olahraga ini akan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

Disisi lain, kehadiran Menpora Zainuddin Amali menyaksikan langsung jalannya pertandingan MMA, mendapatkan diapresiasi yang tinggi dari Ardiansyah Bakrie, selaku Ketua Umum KOBI. Menurutnya, ini pertanda sudah resmi bahwa MMA Indonesia mendapat dukungan dari pemerintah. 

"Terima kasih kepada Bapak Menteri Pemuda dan Olahraga atas kehadirannya. Mengenai pengembangannya di Indonesia, tentunya teman-teman di sini sudah banyak tahu bahwa KOBI sudah menjadi anggota tetap dari IMMAF (International MMA Federation). Artinya ini membuka semakin banyak kesempatan bagi para fighter di Indonesia untuk dapat bertarung dan membela nama Indonesia," ucap Ardiansyah Bakrie.

"Tentunya pembinaan-pembinaan para fighter harus dirancang dan disusun dengan sangat rapi. Kami akan rencanakan Tahun 2020 kami akan kembangkan mulai dari daerah sampai ke tingkat nasional. Sehingga harapannya MMA ini akan semakin diminati dan membanggakan bagi Indonesia" pungkas pria yang akrab disapa Ardi Bakrie itu.

Sementara itu, pada pertarungan perebutan sabuk juara nasional kelas Bantam, Yusuf Susilo tampil sebagai pemenang setelah menundukkan Gugun Gusman, setelah dianggap melakukan pelanggaran berat.

Kala pertarungan berlangsung Yusuf menampilkan beberapa teknik dari karate demi memancing Gugun untuk mulai menyerang. Gugun sempat meloncat sambil melepaskan serangan lutut yang telak ke kepala Yusuf.

Di ronde kedua Yusuf berhasil dijatuhkan Gugun lewat teknik double leg takedown. Gugun berhasil menekan Yusuf lewat ground and pound. Namun ketika sedang menyerang Gugun melakukan pelanggaran yang mengenai kepala bagian belakang Yusuf.

Wasit Mustadi terpaksa menghentikan laga sejenak dan memberi peringatan keras ke Gugun. Yusuf kemudian mendapat penanganan dari tim medis karena tak bisa melanjutkan laga. Pertarungan dihentikan dan pertarungan diputuskan dengan hasil diskualifikasi untuk Gugun. Yusuf menang dan dinyatakan sebagai juara kelas bantam.

Dipartai lainnya, Hendrik Tarigan berhasil memenangkan duel melawan Ananda Wahyu pada partai perbaikan peringkat kelas ringan secara TKO. Sedangkan petarung Adi Rominto Manurung membuka peluang bertarung menantang juara kelas terbang One Pride Pro Never Quit yaitu Suwardi. Ia berhasil ungul perolehan poin dari Ridwan Kholik dalam contender fight. Kedua petarung tak ragu melepaskan serangan frontal di awal laga.

Usainya gelaran One Pride Pro Never Quit Fight Night 35 sekaligus menjadi menutup pertandingan One Pride di tahun 2019 ini.