Selangkah Menuju Juara

Garuda Muda Kuatkan Mental Jelang Final

Eka
Garuda Muda Kuatkan Mental Jelang Final
Para pemain Timnas Indonesia U23 menjalani sesi latihan (ilustrasi/ist)

Manila, HanTer - Timnas Indonesia U-23 berkonsentrasi untuk menghadapi Vietnam U-23 pada partai final SEA Games 2019. Tentu saja selain akan menguras fisik yang sangat tinggi, laga sarat gengsi tersebut juga menjadi penguras mental dari kedua kesebelasan.

Berbicara ihwal mental, tentu saja hal itu akan menjadi faktor kunci di partai final. Tim yang siap mental dipastikan mampu meraih titel juara pada ajang olahraga multievent dua tahunan tingkat Asia Tenggara yang berlangsung di Manila, Filipina itu.

Sadar pentingnya mental sebagai bekal, Evan Dimas Darmono selaku playmaker Garuda Muda, julukan Timnas Indonesia U-23 pun menyerukan kepada koleganya untuk menjaga mental selama 90 menit bahkan lebih. Bila hal itu dilakukan, bukan tak mungkin tim asuhan pelatih Indra Sjafri berpotensi merengkuh kembali gelar juara yang terakhir dirasakan pada 1991 silam.

Evan meminta semua rekan-rekannya untuk melupakan pertandingan sebelum-sebelumnya, dan menatap kembali dengan optimistis laga melawan Vietnam di partai final SEA Games 2019. "Lupakan pertandingan kemarin. Fokus ke depan dan banyak bersyukur," kata dia, kemarin.

Evan Dimas merupakan salah satu pemain yang diandalkan di SEA Games 2019, dan mampu menjadi kunci permainan timnas U-23 di ajang olahraga terbesar Asia Tenggara dua tahunan tersebut.

Salah satu sumbangsih Evan adalah mampu menjebol gawang Myanmar sebanyak dua gol pada laga yang digelar di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Sabtu (7/12/2019), dan mengantar timnas Indonesia ke final untuk menghadapi Vietnam.

Indonesia sebelumnya terakhir kali lolos ke final SEA Games pada 2013 ketika itu Garuda Muda dikalahkan Thailand 0-1, sedangkan medali emas terakhir sepak bola putra SEA Games dikalungkan kepada timnas Indonesia pada 1991. Dimana momen manis tersebut terjadi pada SEA Games Filipina.

Sementara mengenai fisik, para pemain tengah dalam kondisi prima. Indra Sjafri selaku juru taktik pun hanya memberi menu latihan ringan kepada para pemain. Selain pemanasan statis, mereka juga mendapatkan menu jogging ringan dan pasing-pasing bola.

Sesi latihan yang digelar di taman pusat kebudayaan Filipina, hanya berlangsung sekitar satu jam. Setelah sesi latihan ini, para pemain kembali ke hotel dan langsung mendapatkan terapi berendam di air es di area kolam renang. Masing-masing pemain diminta berendam sekitar 3-5 menit secara bertahap. Terapi ini sudah dilakukan timnas pada babak penyisihan grup B.

"Latihan hari ini memang fokus untuk mengembalikan kebugaran pemain. Tim dokter dan fisio harus bekerja keras membantu pemain untuk kembali prima. Alhamdulillah prosesnya berjalan baik dan mudah-mudahan semua anggota tim sudah siap saat tampil melawan Vietnam," kata Indra Sjafri.

Menurut Indra, Indonesia sangat siap untuk melawan Vietnam. Kekalahan di babak penyisihan grup B dari Vietnam menjadi motivasi tim untuk membalas dan memenangkan pertandingan ini. "Pertandingannya akan sangat seru dan ketat. Saya minta pemain fokus dan tidak membuat banyak kesalahan," jelas Indra mengakhiri.

ROAD TO FINAL
- INDONESIA
2 - 0 vs Thailand (Grup B)
2 - 0 vs Singapura (Grup B)
1 - 2 vs Vietnam (Grup B)
8 - 0 vs Brunei (Grup B)
4 - 0 vs Laos (Grup B)
4 - 2 vs Myanmar (Semifinal)

VIETNAM
6 - 0 vs Brunei (Grup B)
6 - 1 vs Laos (Grup B)
2 - 1 vs Indonesia (Grup B)
1 - 0 vs Singapura (Grup B)
2 - 2 vs Thailand (Grup B)
4 - 0 vs Kamboja (Semifinal)