CAFFINO Indonesia International Challenge 2019

Choirunnisa Dipaksa Bermain Rubber Game

Hermansyah
Choirunnisa Dipaksa Bermain Rubber Game
Choirunnisa

Magelang, HanTer - Choirunnisa berhasil mengamankaan kemenangan perdana di babak satu Caffino Indonesia International Challenge 2019. Meski lolos ke babak dua, namun Choirunnisa harus bermain tiga game saat meladeni perlawanan tunggal putri Korea, Lee Se Yeon hingga akhirnya memastikan kemenangan 21-13, 14-21 dan 21-12 lewat duel yang berlangsug di GOR Bulutangkis Djarum, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (23/10/2019).

Lebih dulu mengamankan game pertama, penampilan Chorunnisa di game kedua cenderung menurun. Tunggal putri besutan PB Mutiara Cardinal Bandung ini mengaku kehilangan fokus dan mendapatkan tekanan dari lawan. Beruntung di game penentu, Choirunnisa bisa kembali pada performa awalnya dan merebut kemenangan.

“Di game pertama main sudah enak. Saya coba untuk menekan lawan dan berhasil. Lawan juga mainnya jorok di game pertama, jadi dia banyak mati-mati sendiri. Tapi di game kedua malah saya yang banyak error dan mati sendiri karena hilang fokus, jadi serba ragu-ragu mau ampil keputusan apapun,” ungkap Choirunnisa usai bertanding.

Lolos ke babak 16 besar Caffino Indonesia International Challenge 2019, Choirunnisa kemudian akan berjumpa dengan tunggal putri Jepang, Shori Saito. “Yang pasti saya mau balikin kondisi badan dulu. Terus untuk pertandingan besok saya harus lebih tahan dan menjaga fokusnya. Karena saya juga masih menyesuaikan diri dengan shuttlecock,” katanya.

Kemenangan ini sekaligus mencatatkan Choirunnisa sebagai wakil tunggal putri Utama Pelatnas PBSI terakhir yang masih bertahan. Sebelumnya, Aurum Oktavia Winata dan Bening Sri Rahayu harus terhenti di babak pertama setelah ditumbangkan lawan-lawannya. Aurum kalah 12-21 dan 15-21 atas unggulan satu asal Korea, Sim Yu Jin. Sementara Bening kandas dengan skor 21-13, 13-21 dan 14-21 dari wakil Chinese Taipei, Hung En Tzu.

“Walaupun dari Pelatnas Utama tinggal saya sendiri, tapi saya masih tetap percaya diri. Apalagi saya unggulan tiga di sini, jadi pengen banget bisa ngebuktiin kalau saya bisa, soalnya di beberapa pertandingan terakhir saya selalu kalah di babak-babak awal. Saya harus tetap optimistis, tapi mau fokus satu per satu dulu, nggak mau terlalu berlebihan, takut malah jadi berantakan pikirannya,” tutup Choirunnisa.