Daud dan Ongen Jalani Sesi Sparring Demi Kejar Sabuk Juara

Eka
Daud dan Ongen Jalani Sesi Sparring Demi Kejar Sabuk Juara
Daud Yordan dan Ongen (memegang sabuk) berpose bersama dengan tim pelatih serta promotor Mahkota Promotion (ist)

Jakarta, HanTer - Menjelang pertarungan perebutan gelar juara dunia yang akan berlangsung di Kota Batu, 17 November mendatang, Daud Yordan dan Ongen Saknosiwi terus melakukan persiapan dan sudah memasuki tahap pematangan.

Saat ini, keduanya berlatih di bawah pengawasan Pino Bahari dan mulai pekan ini mereka mulai melakukan sparring.

“Saat ini, Daud dan Ongen sudah memasuki tahap latihan yang lebih berat setelah awal yang cukup berat juga," ujar Pino dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta, Selasa (22/10/2019).

"Besar harapan kami, keduanya bisa mencapai kondisi puncak pada 17 November nanti Kami fokus untuk meningkatkan daya gempur karena di tinju kita membutuhkan fisik dan daya gempur,” sambung dia.

Selain meningkatkan ketahanan dan kekuatan, Pino, Daud, dan Ongen juga berdiskusi untuk menyiapkan taktik agar bisa menghentikan lawan-lawan mereka. Mereka mempelajari rekaman video pertarungan calon lawan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

Daud mengatakan gelar juara menjadi target yang tidak bisa dibantah lagi karena pertarungan ini menjadi salah satu kesempatan untuk merebut gelar juara dunia.

“Keinginan kami untuk merebut gelar juara dunia ke Indonesia. Kami haus prestasi dan kesempatan sudah diberikan oleh Mahkota Promotion. Saat kesempatan sudah diberikan, kami tidak boleh membuang kesempatan ini,” kata Daud.

Saat ditanya tentang kemungkinan memukul jatuh lawannya, Daud mengaku secara pribadi belum memasang target KO. Tapi dengan persiapan yang matang, hasil akan mengikuti katanya lagi.

Sementara itu, Pino lebih optimis. Dia mengatakan dirinya ingin melihat petinju Indonesia lebih diperhitungkan lagi di pentas tinju internasional.

“Supaya diperhitungkan di pentas tinju internasional, mereka harus tampil ganas, tidak bisa hanya sekadar menang, harus menang telak,” ujar mantan petinju yang pernah tampil di Olimpiade ini.

Pada gelaran bertajuk Mahkota Boxing Series ini, Daud akan menghadapi petinju Afrika Selatan Michael Mokoena untuk memperebutkan gelar juara dunia kelas ringan super versi International Boxing Association dan gelar World Boxing Organization Oriental yang lowong. 

Jika berhasil, petinju berjuluk Cino ini akan menjadi petinju Indonesia pertama yang pernah menjadi juara dunia di tiga kelas berbeda.

Sementara itu, Ongen akan memperebutkan gelar juara dunia kelas bulu versi IBA dengan menghadapi Marco Demecillo dari Filipina. Dengan rekor tujuh kali menang tanpa kalah, petinju asal Pulau Buru ini akan berusaha mempertahankan rekor sempurnanya sekaligus menjadi petinju Indonesia dengan rekor bertanding tercepat untuk menjadi juara dunia.