IBL Musim 2020

Kurang Satu Tim, Operator Buka Slot Hingga Pertengahan Oktober

Hermansyah
Kurang Satu Tim, Operator Buka Slot Hingga Pertengahan Oktober
Juara bertahan Stapac Jakarta absen di IBL 2020 karena pemainnya banyak direkrut masuk timnas

Jakarta, HanTer - Kompetisi basket kasta tertinggi di Tanah Air bertajuk Indonesian Basketball League (IBL) musim 2020, dijadwalkan menampilkan delapan seri. Di mana GOR Sahabat, Semarang, didapuk sebagai lokasi pembukaan yang akan berlangsung pada 10-12 Januari mendatang.

Dari 10 tim yang rencananya akan mengikuti ajang ini, baru sembilan tim yang mengonfirmasi, antara lain seperti NSH Jakarta, Bima Perkasa Yogyakarta, Satria Muda Jakarta, Prawira Bandung, Hangtuah, Pelita Jaya, Pascific Cesar, dan Satya Wacana, serta Tim Nasional.

Adapun juara tahun lalu yakni Stapac Jakarta, dipastikan absen pada IBL musim baru ini, karena banyaknya pemain mereka yang direkrut untuk masuk tim nasional bola basket Indonesia, sehingga kekosongan satu slot ini membuat operator masih membuka pintu untuk satu tim lagi. 

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah. "Sekarang posisi klub jumlahnya ada delapan, sembilan dengan tim nasional. Sampai saat ini kita masih terbuka dengan kemungkinan adanya klub baru," kata Junas di Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Lebih lanjut, Junas mengatakan jika pihaknya masih menunggu bergabungnya klub baru untuk IBL 2020 sampai pertengahan Oktober. Tenggat waktu itu dipilih karena program rookie akan berlangsung pada Oktober yang kemudian berlanjut pada draft pada 13 November mendatang.

Ia juga mengatakan bahwa sejak pertengahan Juli sudah ada beberapa klub yang menyatakan ketertarikannya berpartisipasi di IBL. Namun saat ini IBL sangat memantau dengan ketat kesiapan klub calon peserta dari segi administrasi, kemampuan operasional, serta visi klub ke depannya.

Setelah seri Semarang digelar, selanjutnya seri-seri reguler IBL akan dimainkan di Bandung (17-19 Januari), Jakarta (31 Januari-2 Februari), Yogyakarta (6-8 Februari), Kediri (28 Februari-1 Maret), Surabaya (6-8 Maret), Semarang (13-15 Maret), dan Yogyakarta (20-22 Maret).

Setelah menyelesaikan seri reguler, IBL akan memainkan putaran playoff di Malang (27-29 Maret), semifinal di Bandung (3-5 April), dan final dimainkan dengan format kandang dan tandang pada 16-19 April.

Dari seluruh tuan rumah seri, Kediri menjadi wajah baru. Pemilihan Kediri dinyatakan Junas karena kota itu memiliki ikatan sejarah yang bagus dengan olahraga bola basket, infrastruktur bola basketnya cukup bagus, serta pemerintah kotanya mendukung kegiatan bola basket di tempat tersebut. "Kediri telah menunjukkan support yang cukup baik dari sisi infrastruktur, publisitas, kemudian dari akses dia juga bantu, market di sana juga bagus," ucap Junas.

Sementara itu terkait keikutsertaan Timnas pada IBL kali ini, Junas mengatakan sudah melalui penggodokan seluruh pihak, baik PB Perbasi dan liga. "Tujuannya dapat membantu kualitas dan jam terbang dari timnas itu sendiri, serta berharap bisa meningkatkan persaingan di dalam liga itu sendiri, sehingga dengan adanya timnas diharapkan bisa menaikkan level kompetisi dan level pemain di liga," ucapnya.

Secara teknis, timnas akan menjadi peserta IBL sama seperti tim lainnya, di mana poinnya pun juga masuk dalam perhitungan klasemen. Namun, mereka hanya sampai reguler season. Sedangkan, babak play-off (seandainya lolos) tidak diikutsertakan, sehingga slot tersebut akan diberikan kepada tim yang tepat berada di bawahnya. "Kami mempertimbangkan hanya di reguler season karena Timnas memikirkan kepentingan kualifikasi FIBA Asia mulai Februari 2020," kata Junas.

Di sisi lain, timnas basket tak akan mengikuti draft pick pemain asing maupun rookie seperti klub lainnya, lantaran sudah memiliki pemain naturalisasi sekaliber Denzel Bowles dan Brandon Jawato. Hermansyah

#IBL   #Stapac   #Basket   #Perbasi   #Timnas