Pra-PON XX Zona II Panjat Tebing

Atlet-atlet Muda Curi Perhatian di Nomor Speed World Record

Hermansyah
Atlet-atlet Muda Curi Perhatian di Nomor Speed World Record
Final Speed World Record putri

Surabaya, HanTer - Laga final nomor speed world record Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Zona II di Surabaya, Minggu (29/9/2019), berlangsung penuh kejutan. Atlet-atlet muda semakin mencuri perhatian.

Di nomor speed world record putra, juara 1 dan 2 direbut oleh atlet-atlet Pelatnas junior. Medali emas diraih oleh atlet asal Jawa Timur, Rahmat Adi Mulyono, dengan raihan waktu 5,872 detik. Sedangkan medali perunggu diraih oleh atlet Jawa Tengah, Kiromal Katibin dengan capaian waktu 6,661 detik.

Adi, sapaan akrab Rahmat Adi, adalah peraih perunggu pada IFSC Youth World Championship 2019 di Arco, Italia. Kiromal Katibin juga menjadi atlet yang turut dikirim di ajang yang sama. Keduanya juga sama-sama berlaga di ajang Asian Youth Championship 2018. Kala itu, Katibin berhasil membawa pulang medali emas.

Sementara itu, medali perunggu diraih oleh atlet Pelatnas senior, Alfian M Fajri. Peraih juara dunia IFSC Worldcup 2019 di Chongqing, China, ini mencatatkan waktu 5,983 detik.

Di babak semifinal dan perempat final, catatan waktu atlet Alfian 6,322 detik dan 6,133 detik. Atlet asal Jawa Tengah ini mengaku kesulitan mengembalikan performa maksimalnya, mengingat dalam beberapa waktu terakhir sedang digenjot latihan di tebing Harau.

Latihan di tebing Harau adalah untuk meningkatkan kemampuan lead dan boulder. Karakteristik kedua nomor ini sangat berbeda dengan speed, sehingga sedikit banyak mengubah kemampuan di speed.

Saat ini para atlet Pelatnas memang dituntut menguasai nomor speed, lead, dan boulder sekaligus, demi lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Pesta olahraga paling bergengsi di dunia ini hanya memainkan nomor combined untuk olahraga panjat tebing.

Sementara itu jagoan speed lainnya, Aspar Jaelolo, gagal menembus babak perdelapan final. Cedera jari tangan membuat atlet yang akrab disapa Babon ini tak mampu tampil segesit biasanya.

Cedera jari Babon didapat saat berlatih di tebing Harau. Catatan waktu Babon di babak kualifikasi 6,983 detik, membuatnya hanya mampu bertengger di peringkat 11.

Berita Terkait: Jatim Sudah Koleksi Dua Emas Panjat Tebing dalam Perebutan Tiket ke PON

 

Speed World Record Putri

Jagoan speed world record putri Indonesia, Aries Susanti Rahayu, gagal membawa pulang emas setelah terjatuh di babak big final.

Peraih gelar juara dunia ini memang tidak sedang dalam kondisi prima, mengingat belum lama ini dia juga mengalami cedera di jari tangan. Sama seperti Aspar, Aries cedera jari saat berlatih di tebing Harau.

Di nomor speed world record putri ini, medali emas diraih oleh atlet asal Banten, Raji'ah Salsabilah. Rajiah yang merupakan eks atlet Pelatnas Asian Games 2018 ini menorehkan catatan waktu 7,222 detik.

Untuk medali perunggu diraih oleh atlet asal Jawa Timur, Dhorifatus Syafi'iyah. Dia menorehkan waktu 8,233 detik. Sedangkan lawannya, atlet asal DKI Jakarta, Mudji Mulyani, mencatatkan waktu 8,761 detik.